73 Tahun Indonesiaku Merdeka

Sabertipikor, Jember – 73 Tahun yang lalu Bangsa Indonesia Memproklamirkan Diri Sebagai Bangsa yang Merdeka dan Berdaulat, tidak berada di bawah kekuasaan Penjajah.

Semua dilalui melalui perjuangan yang hampir sama seperti air susu ibu, sesuatu yang akan sangat mustahil kita gantikan.Bahkan tak tergantikan. Semua hanya demi kemandirian Bangsa Indonesia (saat itu) demi menjalani kehidupan sehari-hari tanpa ada tekanan dari Pihak Penjajah. Karena ini adalah tanah kami dilahirkan, tempat kami bertumbuh, berjuang, dan tempat kami mati nantinya.

Mungkin itulah yang ada dipikiran para Pejuang saat itu yang begitu gigih memperjuangkan Kemerdekaannya. Karena kemerdekaan mereka baru bisa direbut saat Bangsa ini juga merdeka dari Penjajah.

Saat ini, sudah 73 Tahun kita merasakan nikmat Kemerdekaan yang para Pejuang saat itu berikan dan wariskan kepada Bangsa ini. Ya, saya mengatakan nikmat karena saya tidak mau mengkufurkan Nikmat hingga saat ini saya bisa hidup dengan bebas dan merdeka di Negeri Indonesia tercinta ini. Jika banyak yang mengatakan apakah Negara ini sudah Merdeka? Saya jawab SUDAH. Yang belum selesai adalah Perjuangannya. Perjuangan untuk terus menjaga Bangsa ini. Perjuangan untuk memajukan bangsa ini. Perjuangan untuk menjaga keutuhan Bangsa ini.

Bangsa kita ini bangsa yang majemuk dan beragam. Negara kita ini Negara yang amat sangat kaya dan melimpah. Namun memang tak bisa dipungkiri, bahwa masih banyak bagian-bagian dari individu bangsa ini yang merasa belum merdeka. Ini adalah faktor Subyektif masing-masing individu bangsa ini, namun secara obyektif memang itu tampak nyata. Angka kemiskinan yang masih relatif tinggi. Sejalan dengan tingkat Korupsi yang masih tinggi juga.

Apa hubungannya Kemiskinan dengan Korupsi? Sangat erat kaitannya. Bagaimana Masyarakat bisa sejahtera, jika anggaran yang sejatinya akan digunakan untuk peningkatan kesejahteraan Masyarakat digunakan untuk kepentingan Pribadi? Kepentingan Masyarakat ditukar dengan kepentingan individu. Maka tidak salah jika KORUPSI disebut KEJAHATAN LUAR BIASA. Karena yang dicederai dan dikhianati oleh Kejahatan Korupsi adalah Bangsa ini. Yang dicederai dan dikhianati oleh Kejahatan Korupsi adalah Cita-Cita Kemerdekaan Bangsa ini dalam perwujudannya untuk kemakmuran dan kesejahteraan Bangsa Indonesia.

Perjuangan belum berhenti dan tidak akan pernah berhenti untuk Bangsa ini. Setiap generasi memiliki perjuangannya masing-masing. Saat ini perjuangan kita adalah melawan segala bentuk KORUPSI di semua lini kehidupan bangsa. Perjuangan yang tidak mudah, namun bukanlah sesuatu yang MUSTAHIL jika kita bersama satukan tekad untuk melawan. Sangat diperlukan kepekaan bangsa ini untuk melihat bahwa KORUPSI adalah musuh bersama Bangsa ini.

Mari Jadikan Momen Peringatan Dirgahayu Republik Indonesia ini sebagai momentum semua elemen memerangi Korupsi di semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara. Mulai dari Kita. Katakan TIDAK pada KORUPSI. Saya, Kamu, Kita, ANTI KORUPSI.

Dirgahayu RI.
Jayalah Indonesiaku.

Penulis: Rizky Putra Yudhapradana, SH
Ketua DPD GNPK, Kabupaten Jember

Related posts

Leave a Comment