Aktifis GNPK : “Kami Bakal Laporkan Kasus Dugaan Korupsi di Wilayah Kota Kediri ke KPK”

Foto: Aktifis anti korupsi saat audensi di Kejari Kota Kediri beberapa waktu yang lalu.

 

Sabertipikor.com, Kediri – Merasa laporan yang telah disodorkan kepada Kejari (Kejaksaan Negeri) Kota Kediri tak kunjung ada hasil yang signifikan. Para aktivis anti korupsi memilih akan melaporkan dugaan kasus tindak pidana korupsi yang terjadi di wilayah Kota Kediri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pernyataan ini diungkapkan oleh Roy Kurnia Irawan salah satu aktivis anti korupsi yang ditunjuk menjadi Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Kota Kediri.

“Hingga detik ini perkembangan laporan dari dugaan adanya tindak pidana korupsi di wilayah Kota Kediri tak kunjung ada hasil yang memuaskan. Padahal kami para aktifis anti korupsi telah melaporkan hasil laporan tersebut kurang lebihnya sudah hampir tujuh bulan lamanya,” kata roy, Sabtu (12/5/2018).

Lanjutnya, “Namun hingga detik ini dari Kejaksaan Negeri Kota Kediri tak kunjung juga melakukan pergerakan, bahkan terkesan diam ditempat saja, kami setiap seminggu sekali pasti mendatangi kantor Kejari Kota Kediri untuk mempertanyakan perkembangan kasus dan memberikan tambahan bukti-bukti temuan terbaru terkait kasus dugaan korupsi yang telah kami laporkan,” papar bang Roy sapaan akrabnya.

Bang Roy pun mengaku bahwa laporannya rekan – rekan aktifis anti korupsi kota Kediri selama ini telah menggunakan by data akurat yang dalam bahasa aktifis lebih dikenal istilah “A1”.

“Selama ini kami melapor kepada Kejari Kota Kediri dengan menggunakan data-data yang ada dilapangan. Jadi kami bukan hanya sekadar ngomong ceplas-ceplos tanpa di dukung dengan data yang ada. Namun, entah mengapa, kami merasa diombang-ambingkan dengan Kejari Kota Kediri dengan suatu alasan laporan kami tidak cukup bukti atau tidak valid,” ungkap bang Roy.

Padahal lanjut bang Roy “kalau kita lihat secara kasat mata pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) yang dibangun di area sungai Brantas jelas-jelas telah melanggar Undang-undang yang mengaturnya. Namun mengapa dari masalah terlihat seperti itu Kejari sepertinya masih enggan melakukan pengusutan,” kata bang Roy sembari geleng – geleng kepala dengan penuh heran.

“Belum lagi permasalahan RTH di Rusunawa yang patut kita duga ada penyelewengan anggaran terhadap penyediaan barang-barang material bangunan. Ditambah, permasalahan PD Pasar Kota Kediri pada saat melakukan rehab Pasar Setono Betek tanpa mengindahkan proses lelang pada saat pembongkaran pasar, sedangkan hasil material bongkaran tersebut juga raib entah kemana dan tidak tahu dikemanakan,”.kata roy.

Dia tandaskan, “Kami tak ingin di Kota Kediri dibuat permainan para koruptor dan mafia hukum. Ingat kami tidak takut dan tidak akan pernah mundur, kalau perlu nyawapun kami pertaruhkan di sini untuk Jihad perang melawan para koruptor. Bila itu salah dan melanggar aturan yang berlaku saat ini, harusnya ya di tindak tegas sesuai dengan undang-undang hukum yang mengaturnya,” jelas bang Roy dengan nada kesal yang berapi-api.

Lebih lanjut bang Roy mengutarakan, bahwa ia bersama teman-teman aktifis anti korupsi di Kota Kediri berencana akan berangkat ke Jakarta menuju kantor Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), untuk melaporkan semua permasalahan yang terjadi di Kota Kediri terkait akan dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

“Kami tak mau bila kita harus menunggu proses hukum yang terlalu lama. Takutnya ini dibuat permainan bagi mereka dan akhirnya lepas begitu saja diterpa angin. Maka dari itu, kami lebih memilih untuk melaporkan dugaan kasus tindak pidana korupsi ini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), agar kasus dugaan korupsi tersebut bisa segera diusut dan kroni-kroni yang ada di dalamnya supaya tertangkap dan dijebloskan ke penjara semua,” tandas Roy. (Roy/ris)

Related posts

Leave a Comment