Aroma Kejanggalan Berhembus di Rekruitmen Sekdes Bulukerto

22 views

Kades Bulukerto, Suwantoro saat ditemui awak media di kantornya.

Sabertipikor.com, Kota Batu – Pelaksanaan ujian rekruitmen perangkat Desa Bulukerto untuk jabatan sekretaris desa (sekdes), telah digelar April 2019. Namun, hingga pekan pertama Agustus ini nilai ujian peserta belum diumumkan. Aroma kejanggalan pun berhembus.

Hal tersebut menjadi pertanyaan besar di benak warga desa setempat. Berbagai rumor mulai bermunculan di desa dalam wilayah Kecamatan Bumiaji, Kota Batu itu. Mulai dari permainan uang hingga isu suap.

Menindaklanjut rumor tersebut, awak media sabertipikor.com pun turut mencari informasi di lapangan. Hasilnya, diketahui pelaksanaan ujian rekruitmen perangkat desa untuk jabatan sekdes telah dilaksanakan di Kantor Kepala Desa Bulukerto.

Pada hari “H” kala itu, Sabtu, 6 April 2019, pukul 08.00 – 17.30 WIB, hadir panitia/tim seleksi. Agenda acara tersebut diikuti delapan peserta. Ada satu peserta tidak hadir karena sakit. Materi ujian meliputi tes tulis, tes komputer, dan psikotes.

Esok harinya, Minggu, 7 April 2019, dilaksanakan tes wawancara serta uji publik. Diikuti tujuh peserta. Dua peserta tidak hadir tanpa keterangan.

Berita acara pelaksanaan ujian tersebut ditandatangani oleh Suwantoro, Prayitno, Jumadi dan Mat Sulian. Sedangkan yang tidak bertanda tangan diberita acara tersebut atas nama Suhermawan.

Selanjutnya, Senin, 8 April 2019, telah ditandatangani berita acara penetapan hasil rekapitulasi seleksi rekruitmen perangakat desa setempat untuk jabatan sekdes. Dihadiri seluruh personel panitia /tim seleksi.

Berita acara tersebut menyebutkan, keputusan rapat pleno penetapan perangkat Desa Bulukerto dengan jabatan sekdes atas nama Nur Indriwati.

Para pihak yang bertanda tangan di berita acara tersebut dari pihak tim seleksi ada tujuh orang. Masing-masing dengan keterangan domisili dan predikatnya.

Mereka adalah Suwantoro Gintung, Kades Bulukerto; Prayitno Kliran, Ketua RW 2; Jumadi Buludendeng, Ketua RW 3; Rokim Gintung, Ketua RW 4; Sukandar Gintung, Kepala Dusun Gintung; M. Nasikin Kliran, BPD; Mat Sulian Cangar, BPD. Sedangkan satu orang atas nama Dina Sari, berpredikat Staf Kantor Camat Bumiaji, tidak turut tandatangan dalam berita acara.

Menapak jejak tersebut awak media kemudian mewawancarai Kades Suwantoro, di kantornya, Jumat (2/8/2019).

“Benar, Desa Bulukerto telah selesai melaksanakan ujian rekruitmen sekdes. Hasilnya menunggu rekomendasi dari Kecamatan. Kami tentu tidak berani intervensi masalah itu. Sebagai kepala desa, harus bersikap netral. Saya pun tidak terlibat dalam tim kepanitiaan. Kepanitiaan berasal dari RT, RW, BPD dan pihak kecamatan, karena mereka yang membuat soal ujian,” kata Kades Bulukerto yang menjabat sejak 2006 itu.

Terkait kendala belum diumumkannya nama sekdes terpilih, Suwantoro yang juga mantan kepala dusun itu menyebut panitia kurang transparan dalam mengumumkan nilai hasil ujian tersebut.

Hal yang dinilai janggal, ia justru menyebut Nur Indriwati, nama peserta yang telah diputuskan sebagai sekdes (terpilih) dalam rapat pleno 8 April 2019, ternyata hasil nilai tesnya di bawah Nur Asiyah, peserta lain yang dianggap memiliki nilai ujian paling tinggi.

“Yang saya tahu, dua nama terbaik kini menjadi pertimbangan, yaitu Nur Asiyah, putri Modin Bulukerto yang juga sekretaris Bu Kades, maksudnya Sekretaris PKK Desa Bulukerto. Satunya lagi, Nur Indriwati, basisnya mantan pegawai bank, istri dari orang pemerintahan,” urai Kades Suwantoro.

Dimintai keterangan terkait rumor yang beredar tentang dugaan suap-menyuap dalam mengisi jabatan sekdes Bulukerto, Kades kelahiran 1972 itu pun menyangkal dengan cepat.

“Itu (rumor suap-menyuap) tidak betul. Saya sudah koordinasi ke pemerintahan. Bahkan Pak Camat juga sudah mengatakan kalau tidak ditemukan suap-menyuap,” tepisnya.

“Jadi, kalau nanti pengumuman sah dikeluarkan, maka nama tersebut betul-betul lulus ujian secara baik sesuai dengan hasil kemampuannya,” tandas Kades Suwantoro meyakinkan.

Sementara itu hingga berita ini dilansir, Camat Bumiaji saat awak media hendak konfirmasi, tidak berada di kantornya. Dihubungi lewat WA juga tidak merespon. (Risma)

Author: 
    author

    Related Post