Begini Peryataan Sikap Ketua DPC PKB, Terkait Menjamurnya Toko Modern di Kota Batu

5 views
Nurochman, Wakil Ketua II DPRD Kota Batu

Sabertipikor.com, Batu, Jawa Timur – Banyaknya toko modern di Kota Batu yang semakin menjamu, bahkan hampir disemua Desa maupun Kelurahan di seluruh Kota Batu sudah banyak berdiri toko-toko modern, sehingga membuat para pedagang kecil disekitaran toko modern tersebut menjerit.

Salah satu contoh seperti di Desa Pesanggrahan, tepatnya berada di pertigaan Jalan Suropati-Jalan Samadi (pojokan). Bahkan beberapa rumah toko diantaranya sedang dalam proses pembangunan. Berdasarkan informasi dari pekerja di lokasi itu, ada dua ruko untuk toko modern yang bakal dibangun.

Ironisnya, beberapa warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi bangunan ruko itu justru tidak mengetahui kalau akan ada usaha toko modern. Padahal untuk membuka usaha disuatu tempat ada istilah izin warga setempat.

“Masuk ke wilayah orang seharusnya kulonuwun dulu. Tapi ini tidak sama sekali,” kata Hadi yang kebetulan rumahnya berada tak jauh dari lokasi bangunan tersebut.

“Iya, bangunan ruko itu saya sendiri tidak tahu bakal diperuntukkan untuk apa,” sambung Hadi.

Ia juga mengatakan, dalam peraturan Desa sudah ada pelarangan penambahan usaha toko modern di Desa Pesanggrahan, tetapi kenyataannya masih ada saja yang membuka usaha.

“Atau jangan-jangan para pengembang hanya izin di tingkat Kota saja ya,” kata pemilik usaha laundry ini.

Dirinya khawatir jika hal ini dibiarkan terus oleh pihak pemerintah, lama-lama para pedagang kecil tradisional pasti terkena imbas dari ini semua.

“Kasihan para pedagang kecil, kalau bisa pemerintah memikirkannya bagaimana efek dan imbas dari banyaknya toko modern,” keluhnya.

Senada dengan Hadi, Mak Atik yang berjualan disekitaran Jalan Diponegoro, juga mengeluhkan hal yang sama.

Menurutnya, sebelum ada toko modern yang menjamur hasil jualanya cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-harinya, meskipun dirasa sangat minim. Namun, saat ini, penghasilan yang diperolehnya sangat menurun drastis, bahkan tidak sampai 50 persen dari hasil jualanya waktu dulu.

“Ya mau bagaimana lagi, sejak adanya toko modern di depan itu keadaan sudah berubah. Ini mata pencaharian saya satu-satunya, otomatis ya saya pertahankan semaksimal mungkin. Meskipun hasilnya tidak seperti dulu sebelum ada banyak toko modern di sini,” keluh wanita tua ini.

Sementara itu, menurut Wakil Ketua ll DPRD Kota Batu Nurochman, dirinya amat menyayangkan dengan menjamurnya toko modern tersebut. Apalagi Ini momentum bagi kepala daerah yang baru dalam menjalankan amanat rakyat, kepala daerah harus segera mengevaluasi keberadaan toko modern di kota batu. Kemudian hasil evaluasi tersebut harus dijadikan pedoman untuk menghentikan perijinan baru dan tidak memperpanjang ijin toko modern yang sudah beroperasi.

“Seharusnya Wali Kota Batu segera mengevaluasi terkait dengan keberadaan toko modern yang mulai marak di Kota Batu. Kemudian soal perizinannya harus di batasi, agar tidak menjadi banyak seperti saat ini, ucapnya. Jumat (12/12/2018).

Nurochman juga menambahkan, nantinya kedepan harus di evaluasi, serta di jadikan pedoman untuk menghentikan perizinan baru dan tidak memperpanjang izin toko modern yang sudah beroperasi tersebut.

“Kedepan kami dari unsur Pimpinan DPRD Kota Batu, tentu akan memberi dukungan 100% bila Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, mau dan tegas melakukan hal itu. Sehingga nantinya, warga masyarakat Kota Batu yang bermata pencaharian sebagai pedagang kecil bisa sejahtera perekonomiannya,” tegas Politisi PKB ini. (Risma)

 

Author: 
    author

    Related Post