Begini Tanggapan MCW, Terkait Surat Rindu  ER Untuk Masyarakat Kota Batu

6 views

Sabertipikor.com – Batu, Jawa Timur – Cuplikan surat dari ER untuk rakyat Kota Batu yang beredar pada 15 Desember 2017 di berbagai media. Hal ini banyak menuai kritik dari beberapa pihak, salah satunya dilontarkan Malang Corruption Watch (MCW).

Malang Corruption What (MCW), menilai bahwa tulisan tersebut adalah bentuk pencitraan semu yang ditunjukan untuk memperbaiki citra Edy Rumpoko yang di-OTT oleh KPK, tiga bulan yang lalu di rumah dinasnya. Yang diduga ER sebagai menerima suap dari Philipus Djab.

Menurut, Mayedha Adifrista selaku, Div. Korupsi politik dan kebijakan publik MCW, mengatakan bahwa terciduk OTT bukanlah resiko dari amanah rakyat sebagai pejabat publik. Melainkan adalah resiko atas tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme. Apabila pejabat publik tidak melakukan tindak KKN, maka tidak akan ditangkap oleh KPK.

” terciduk OTT bukanlah resiko dari amanah rakyat sebagai pejabat publik. Melainkan adalah resiko atas tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme. Apabila pejabat publik tidak melakukan tindak KKN, maka tidak akan ditangkap oleh KPK,” kata Mayedha.

Selain itu, lanjut dia, kejujuran yang ER tekankan pada aparatur sipil negara di Pemkot Batu juga perlu dipertanyakan. Sebab, banyak pejabat pemkot batu yang terlibat kasus korupsi seperti kasus korupsi Roadshow, pengadaan tanah UIN, korupsi PT. Batu Wisata Resource, korupsi pengadaan buku “Pokok Pokok Pikiran Wali Kota Batu”, hingga dugaan korupsi di tingkat pemerintahan desa. Dan persoalan pada saat OTT tersebut, ketika ER sedang berada di kamar mandi dan tidak memegang uang suap bukanlah perihal utama yang menggugurkan tindakan suap. Karena OTT adalah suatu proses penangkapan yang telah melalui proses investigasi sebelumnya terhadap terduga pelaku korupsi pada saat melakukan tindakan, ataupun sesaat kemudian, dan terdapat benda yang diduga keras telah dipergunakan untuk melakukan tindakan tersebut yang menunjukkan bahwa ia adalah pelaku, turut melakukan ataupun turut membantu tindak pidana tersebut. Sebagaimana tertera pada Pasal 1 angka 19 KUHAP.
Kasus suap pengadaan barang ataupun pembangunan adalah suatu proses panjang mulai dari perencanaan bahkan hingga setelah proyek tersebut diselesaikan.

” Maka dengan tertangkapnya ER melalui OTT tersebut terjadi setelah tertangkap tangannya Filipus Djap (pengusaha pelaksana proyek) dan Edy Setyawan (Kepala ULP Pemkot Batu) ketika melakukan transaksi dan bergerak menuju rumah dinas ER,” katanya.

Dia juga menambahkan, seperti “Keakraban” dengan rakyat yang berbanding terbalik dengan kebijakan pembangunan. Kota Batu kini disesaki oleh industri pariwisata buatan dan penginapan milik para pengusaha besar yang ternyata telah menimbulkan dampak negatif seperti hilangnya lahan pertanian produktif, matinya 50% sumber air, hilangnya lapangan pekerjaan sektor pertanian, pergeseran nilai budaya lokal, munculnya pengangguran karena ternyata mayoritas pengisi lapangan kerja di sektor hiburan adalah warga luar Kota bukannya warga Kota Batu itu sendiri, dan berbagai permasalahan lain. Maka sebenarnya Pemkot Batu itu mungkin akrab dengan rakyat namun berpihak pada pemodal.

” Tidak melakukan perlawanan pada saat proses penangkapan bukanlah indikator seorang warga negara yang baik. Sebagai warga negara yang baik, apalagi seorang pejabat publik semestinya tidak melakukan tindak korupsi,” paparnya.

Menyoal hal tersebut, maka dari itu, MCW berharap semoga ER mempertanggungjawabkan tindakannya dengan menjalani proses penegakan hukum dengan baik, dan untuk warga Kota Batu semoga ini menjadi pelajaran agar memilih pemimpin yang lebih amanah. Pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang doyan berbagi uang dan barang pada saat masa kampanye maupun pada saat menjabat, seharusnya pemimpin yang baik itu mensejahterakan rakyatnya melalui program-program pemberdayaan, perbaikan pelayanan publik dan pembangunan yang pro rakyat serta lingkungan.

” Berharap warga Kota Batu agar semakin peduli terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan di Kota Batu, jangan sampai warga Kota Batu hanya jadi penonton dan justru tersingkir atas megahnya pembangunan di Kota Batu,” tandasnya.(ris)

 

Author: 
    author

    Related Post