Berbuka Bersama Caleg DPR RI dari Hanura Dapil IV Lumajang – Jember, Ingin Menjalankan Amanah Rakyat dengan Baik

Foto: Mariyadi, S.H, calon legislatif DPR Republik Indonesia dari Dapil Lumajang – Jember, saat berbuka bersama di hotel Aston Jember, Kamis (7/6/2018).

Sabertipikor.com, Jember – Beragam niat menjadi caleg saat ini, ada yang menjalankan perintah partai, permintaan masyarakat, keinginan suami, mencari kekayaan, hingga pengabdian ke masyarakat. Niat ini pula yang menentukan kualitas anggota Dewan di semua tingkatan (DPR RI atau DPRD). Karena niat yang menentukan tindakan seseorang di kemudian hari.

“Sebagai umat Islam, saya ingin untuk meluruskan niat. Bahwa menjadi anggota Dewan yang merupakan wakil rakyat harus diawali dengan niat suci. Menjadi pejabat publik bukan sekadar mencari kekayaan akan tetapi merupakan bagian dari ibadah,” kata Mariyadi, S.H, calon legislatif DPR Republik Indonesia dari Dapil Lumajang – Jember di sela berbuka bersama di hotel Aston Jember, Kamis (7/6/2018).

Mariyadi, S.H, calon legislatif DPR Republik Indonesia dari Dapil Lumajang – Jember, saat foto bersama para pendukungnya usai berbuka bersama di hotel Aston Jember, Kamis (7/6/2018).

Ia lanjutkan, dihadapan peserta buka bersama sebanyak 500 orang tersebut, dia katakan ketika niat ibadah sudah di ditanamkan, maka ketika terpilih nanti, menjalankan tugas sebagai anggota Dewan bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan akan ibadah.

Mariyadi yang sebelumnya aktif dalam organisasi masyarakat anti korupsi menyebutkan sebaik-baiknya manusia adalah bisa bermanfaat bagi orang lain. Melalui organisasi massa tersebut bisa memerangi korupsi. “Saya bersyukur melalui GNPK bisa membantu orang lain hingga negara kita tidak mengalami kerugian oleh oknumnya,” terang Mariyadi, pria kelahiran Jember ini.

Keinginan membantu orang lain tidak cukup sampai di situ. Membantu orang lain dalam bentuk kebijakan atau istilahnya menjabarkan aspirasi masyarakat akan sangat besar manfaatnya.

Upaya itu tentu lebih mudah melalui legislatif. Dan menuju ke gedung legislatif harus melalui partai politik. “Ya dengan menjadi anggota DPR akan bisa membantu masyarakat lebih besar lagi,” tukasnya.

Tepat 2017 lalu, lanjut Mariyadi, memutuskan untuk masuk ke partai politik, pilihan itu jatuh ke Partai Hanura. “Alhamdulillah kini sudah menjadi ketua team hukum Hanura Jatim,” ucap Mariyadi.

Yang jelas, lanjut Mariyadi, sebagaimana fungsi DPR, ketika sudah di tempat itu akan menjalankannya. Seperti fungsi kontrol, bugeting dan lainnya.

“Dengan cara menjadi dewan, bagi saya adalah cara tepat membantu orang lain dan masyarakat. Karena sejak kecil saya mempunyai keinginan yang kuat membantu masyarakat,” tandasnya.

Seperti diketahui, sosok Mariyadi ini hampir 20 tahun lamanya mendarma bhaktikan diri untuk masyarakat. Yakni melakukan perang terhadap korupsi. Termasuk membantu orang lain yang menjadi korban ketidakadilan.

Keinginan membantu orang lain sepertinya tidak pernah berhenti sampai disitu. Melainkan ingin membantu dengan cara lain dan lebih luas cakupannya. Setidaknya, aspirasi masyarakat melalui legislasi akan membawa masyarakat lebih baik daripada sebelumnya.

Untuk itu, kata dia, ucapan terima kasih tak terhingga kepada semua pihak yang sudah memberikan dukungan baik secara moril maupun spirituil. Harapanya dukungan terus mengalir.

Mariyadi, S.H, akan maju sebagai bakal calon legislatif (Bacaleg) DPR RI dari Partai Hanura untuk Dapil IV wilayah Lumajang – Jember. Dengan motto selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Sementara itu, Suroyo, Beni, Tirto, dan Sunarto Satar warga Jember mengatakan, cukup gembira ketika sosok Mariyadi yang asli kelahiran Jember maju sebagai anggota DPR. Karena sosok ini sangat peduli dengan masyarakat.

“Saya mengira, sosok ini sangat layak sebagai anggota DPR. Sudah teruji dan bisa membawa amanah masyarakat,” ucap warga Jember yang mendukung Mariyadi.

Hal senada dikatakan hermanto, wasilah murodah, dan haji muslim warga Lumajang ketika diminta tanggapannya tentang seorang Mariyadi. “Saya ingin negeri kita bebas dari korupsi. Ketika seorang aktivis menjadi anggota dewan, saya sangat tergerak untuk mendukung. Saya berani merekomendasi,” pungkasnya. (Mr/ris)

Related posts

Leave a Comment