Catatan Seorang Erna Edisi Ketiga

6 views

Oleh; Mariyadi, SH, MH.

Sabertipikor.com – Waktu terus berjalan, Ari Sukma selalu meminta uang saya untuk transfer ke rekeningnya dan R Agung sampai uang saya, suami dan ibu saya habis. Ari Sukma juga minta uang ke Nuriyah dan teman-temannya tanpa saya ketahui jumlahnya.

Kemudian kantor ACC dibuka setiap hari ada aktivitas dengan banyak calon nasabah dengan nasabah mengajukan pinjaman, karena pinjaman tanpa bunga. Biaya administrasi diminta sebesar Rp 55.000,00 per orang. Total yang mengajukan pinjaman ada 283 orang. Karyawan ada 20 orang tanpa digaji selama satu tahun sampai kantor dilelang karena Ari Sukma tidak tahu kalau rumah yang ditempati oleh pemilik dijaminkan ke bank.

Karena dana tidak cair maka kegiatan tidak ada, maka kemudian kantor dipindah ke rumah yang sekarang ditempati. Nasabah banyak yang komplain dan biaya administrasi belum ada yang dikembalikan.

Semua uang yang saya berikan ke Ari Sukma dan R Agung itu kata Ari Sukma adalah biaya administrasi untuk mencairkan dana trliunan rupiah dari Romo.

Ari Sukma juga bilang kalau semuanya melalui Bank Bukopin Jakarta, maka kita ke Bank Bukopin Jakarta untuk buka rekening deposito sebesar Rp 2.000.000 dan diberi cek BG. Kita juga ketemu R Agung di Denpasar Bali.

Namun, selama hampir empat tahun, dana sama sekali tidak cair. Pimpinan Bukopin meninggal (menurut Ari Sukma) dan R Agung tidak bisa dihubungi lagi.

Lusi di Blitar ternyata juga setor Rp 9.700.000,00 (tidak tahu kapan setornya). Lalu Lusi diberi cek Ari Sukma yang ternyata kosong. Ari Sukma mendapat peringatan dari Bank Bukopin Pusat. (*-Red)

Author: 
    author

    Related Post