Dibalik Aksi Penanaman Pohon Pisang, Diduga Ada Aktor Dibelakangnya?

6 views

SABERTIPIKOR.com, Malang, Jawa Timur – Kepentingan politis penggerak penanaman pohon pisang di Jalan protokol di pertigaan Jalan Toplasan, Kecamatan Kalipare, mulai terkuak.

Pasalnya aksi puluhan warga dan politisi dari partai PDIP dalam aksi protesnya menanam pohon di beberapa titik pohon pisang di Jalan. Ternyata dibalik itu semua diduga ada aktor politik yang punya kepentingan.

Menurut sumber berita yang namanya tidak mau disebutkan, tanpa ada protes dari warga dan politisi dari salah satu partai besar, Jalan tersebut bakal dilakukan tambal sulam oleh Pemkab Malang ditahun 2018 ini.

“Ya memang program tambal sulam tersebut sudah diagendankan dari dinas terkait. Jadi sangkaan seperti yang diberitakan sebelumnya dalam aksinya tersebut ditengarai ditunggangi kepentingan politik, itu benar,” kata narasumber ini, Minggu (18/2/2018).

Dengan begitu, menurut sumber ini, dalam aksi protesnya puluhan warga kala itu, sangat kental dengan kepentingan politik pencitraan, dan masyarakat mau digiring supaya terkesan karena desakannya mereka. Lantas Pemkab Malang lewat dinas terkait baru mengambil sikap membenahi jalan.

Maka dari itu, bagian perawatan jalan, Siswanto, menegaskan, “Tambal sulam yang dikerjakan ini merupakan program pemerintah melalui Dinas Binamarga Kabupaten Malang yang memang sudah diagendakan pelaksanaannya,” ungkapnya.

Sebenarnya, ungkap dia, terkait dengan perbaikan Jalan tersebut, hanya nunggu waktu saja. Yang pasti di tahun 2018 ini karena Plotnya sudah ada.

Hal senada juga disampaikan Moch Arifin, Camat Kalipare, menurut dia, bahwa perbaikan jalan tersebut memang sudah ada Plotnya pada tahun 2018 ini, dan sudah dibahas di Musrenbang.

“Usulan terkait jalan yang rusak itu disampaikan pada bulan Oktober 2017 silam. Dinas Binamarga Kabupaten Malang juga sudah berjanji bakal dikerjakan ditahun 2018 ini.

Lantas pada saat Musrenbang itu juga sudah saya sampaikan terkait dengan kapan akan dilakukan perbaikan Jalan yang dimaksud,” jelasnya.

Sementara itu, yang diduga sebagai aktor intelektualnya dibalik aksi tersebut, Busilan dari politisi partai penguasa, sampai berita ini ditayangkan belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi via ponsellnya, tidak bisa tersambung. (YAH/Ris).

 

Author: 
    author

    Related Post