Diduga Tak Berizin, Warga Pugar Kayu Sono Milik PU Binamarga

6 views
Foto:bekas-bekas kayu sono yang diduga dipotong warga.

 

Sabertipikor.com, Malang – Penebangan kayu sono milik Dinas PU Provinsi Jawa Timur, di Dusun Ngembul Desa Kalipare Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, gegerkan warga setempat

Pasalnya, kayu berukuran besar yang tumbuh subur di pinggiran Jalan Raya Ngembul ini, diduga ditebang warga desa sekitar, yang mengklaim memiliki pohon kayu sono tersebut.

Hal itu dikatakan Siswandi Mantri UPTD PU wilayah Kalipare, “beberapa minggu lalu, ada seorang warga Kalipare datang ke kantor UPTD Pagak dengan membawa bukti kertas pembayaran pajak terkait tanah yang ditumbuhi kayu sono itu mas,” katanya, Minggu (13/5/2018).

Namun demikian, Sis menambahkan bahwa, titik Kayu itu keberadaannya masuk areal pinggir jalan Provinsi, “ya mas, setelah saya cek lokasi, kayu itu masih milik PU, karena posisinya ada di Got jalan, kalaupun warga mengklaim memiliki, seharusnya tidak langsung dipotong, harus dikonfirmasikan dulu dengan PU dan dilakukan kroscek dengan pengukuran ulang.

Dengan demikian, Sis mempertegas, penebangan kayu sono tersebut dari pihak PU UPTD Pagak tidak pernah memberikan izin Pemotongan tanpa melalui prosedur.

“Ga ada itu izinnya Mas, kalaupun warga tersebut berdalih sudah mengantongi Izin dari pusat pastinya ada tembusan ke kantor kami mas, sampai saat ini belum ada pemberitahuan ke kantor,” tegasnya.

Sementara itu, Ambon aktor penebangan kayu tersebut, melalui temannya berinisial (T) menyatakan, “pemugaran kayu itu sudah lengkap izinnya, baik dari Pemdes ataupun dari Binamarga mas yang jelas pemotongan kayu sono itu tidak ada masalah,” ungkapnya.

Terpisah, Kodir Sekdes Kalipare mewakili Kadesnya mengatakan, “kami tidak pernah memberikan izin dengan pemotongan kayu sono tersebut, itu bukan tupoksi saya, hanya saja pihak yang mengklaim memiliki kayu itu meminta keterangan asal-usul tanah yang ditumbuhi kayu tersebut, “terangnya.

Selain itu, Kodir menambahkan Pemdes meminta kepada pemohon untuk melakukan ukur ulang tanah yang tercantum di dalam nomor SPPT 4648-7, sehingga keberadaan kayu dimaksud akan lebih jelas sebelum dilakukan pemugaran.

“Perlu diketahui juga mas, tanah itu bukan tanah pribadi melainkan tanah egendom atau tanah garapan, sehingga guna kekuatan kepemilikan sono itu perlu adanya pengukuran ulang antara petugas PU, Pemdes dan warga yang mengklaim itupun harus disaksikan petugas kepolisian,” jelasnya.

Sejauh ini, Kanitreskrim Polsek Kalipare, saat dikonfirmasi mengatakan, “pihak PU pernah datang ke Polsek terkait rencana pemotongan kayu sono tetapi, karena ada warga yang mengklaim memiliki pihak PU tidak meneruskannya,” katanya.

Lebih lanjut, dia sempat menyampaikan ke Kodir selaku Sekdes Kalipare, sengketa keberadaan kayu sono itu sebaiknya dilakukan pertemuan dengan yang terkait, biar ada titik temunya,” sarannya.

Dengan adanya kayu sono yang sudah dipugar saat ini, Pornomo sangat menyayangkan, “ini kan kayu sengketa, seharusnya selesaikan dulu permasalahannya dan jangan ditebang dulu, kalo sudah seperti ini pemugarnya bisa masuk kerana pencurian mas,” pungkas Pornomo. (Yah/ris)

Author: 
    author

    Related Post