Dua Kali Mangkir, KPK Bakal Jemput Paksa Lila Widya (Sekpri) Eddy Rumpoko

Foto: Juru bicara KPK, Febri Diansyah, SH saat diwawancarai awak media

Sabertipikor.com – Sekretaris pribadi Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, Lila Widya, terancam dijemput paksa. Pasalnya, Lila sudah dua kali mangkir dari panggilan KPK.

Lila sedianya akan diperiksa sebagai saksi untuk kasus suap Wali Kota Batu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Lila sudah pernah dipanggil KPK untuk diperiksa pada Kamis (28/9/17), dan panggilan kedua untuk pemeriksaan pada Sabtu (30/9/17) di Polres Batu.

Akan tetapi, hingga kini Lila yang berstatus sebagai tenaga honorer di Pemkot Batu tak pernah hadir, dan ironisnya kini belum diketahui tentang keberadaannya.

Penyidik berharap Lila bisa kooperatif dan hadir memenuhi panggilan penyidik. Jika tidak kooperatif, maka terancam bakal dijemput oleh petugas yang berwenang.

“Itu karena yang bersangkutan sudah dua kali dipanggil dan tidak hadir tanpa memberikan keterangan. Maka sesuai dengan undang-undang, penyidik dapat melakukan pemanggilan paksa dengan perintah penjemputan pada petugas, untuk menghadirkan yang bersangkutan,” kata Febri, Jumat (13/10/17) saat dihubungi via telepon selulernya.

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko sebelumnya diduga menerima suap Rp 500 juta dari pengusaha bernama Filipus Djap. Suap untuk Eddy diduga terkait pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kota Batu tahun 2017.

Sekitar Rp 300 juta dari total suap Rp 500 juta itu diduga berupa pembayaran untuk pelunasan mobil Toyota Alphard milik Wali Kota. KPK hanya menyita Rp 200 juta dalam bentuk tunai dari total nilai suap.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Selain Eddy Rumpoko dan Filipus, KPK juga menetapkan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Pemkot Batu, Edi Setyawan, sebagai tersangka. Edi diduga menerima Rp 100 juta dari Filipus terkait proyek tersebut, sebagai fee untuk panitia pengadaan. (Dn/ris)

Related posts

Leave a Comment