Tercium Dugaan Aroma Korupsi terkait Tertundanya Eksekusi Kantor PDAM Surabaya Gubeng

9 views
Foto: Mariyadi, Ketua GNPK Jatim selaku kuasa hukum Ahli Waris Tanah PDAM Surabaya dan Stasiun Baru Gubeng.

 

Sabertipikor.com, Surabaya – Terkait berita soal tertundanya beberapa kali untuk meng eksekusi kantor PDAM di Gubeng yang melawan hukum mendapatkan tanggapan beragam dari warga masyarakat.

“Saya mendapat banyak telepon dan WA dari warga masyarakat setelah berita itu terbit di media,” kata Mariyadi, SH, MH kepada awak media sabertipikor.com, Sabtu (29/12/2018).

Mariyadi kemudian membeberkan bahwa sudah beberapa kali upaya eksekusi dilakukan tapi selalu mentah dan mental.

“Rasanya ini ada bau korupsi, di mana tepatnya dan bagaimana nanti pada akhirnya akan ketahuan, dan sekarang sudah tercium dugaan Aroma Korupsi,” katanya.

Mariyadi menambahkan, jika unsur itu tidak ada pastilah putusan Mahkamah Agung Nomor 340 KSIP/1981 tanggal 26 November yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) sudah terlaksana dan sudah kembali kepada ahli Waris yang sah sejak dari dulu.

“Bayangkan berapa tahun sudah, hal ini terkatung-katung, saya jadi heran, ini sama hal nya dan mengabaikan putusan MA,” cetus Mariyadi.

Mariyadi yang Ketua GNPK Jatim juga menambahkan, bahwa objek yang dimasalahkan ini sebenarnya juga termasuk Stasiun Gubeng Baru Surabaya, yang lokasinya berdampingan dengan Kantor PDAM Surabaya, yang terpisah oleh jalan saat ini.

“Menurut kronologi perjalanan kasus ini memang sudah sejak lama. Bergulir sejak tahun 1981 kasus itu berkembang dan kemudian muncul Berita Acara Pengosongan oleh PN Surabaya No 51/1986 Eks.G.18 Juli 1987. Kenyataan sampai sekarang tidak pernah terjadi Eksekusi sesuai putusan MA, ada permainan apa ini,” ungkap Mariyadi dengan nada heran.

“Terkuak juga keanehan, yakni PT Sinar Galaxy menerima surat HGB dan menetapkan bambang Wijanto Direktur PT Sinar Galaxy sebagai penerima hak. Kemudian tanah Eigendum 11404 seluas 48.700 m2 kemudian dijual ke PDAM Surabaya seluas 21.297 m2, sisa tanah dikuasai Perumka (PT KAI sekarang), yang jelas kami yang nemenangkan hak atas tanah PDAM dan Tanah Stasiun gubeng baru sesuai dengan Putusan Mahkamah Agung, akan tetap berupaya supaya segera di eksekusi,” beber Mariyadi. (Rr/ris)

 

Author: 
    author

    Related Post