Eksekusi Pengosongan Lahan dan Bangunan, Dikawal Ketat Ratusan Petugas Gabungan

Foto:suasana eksekusi lahan dan bangunan sedang berlangsung di Jalan Sudiro, Kota Batu.

 

Sabertipikor.com, Kota Batu – Prosesi eksekusi dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Malang  terhadap lahan milik Linawati Hidajatno dan Yenella Hidajatno di Jalan Sudiro, no. 5 Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. Rabu (5/12/2018).

Sertifikat hak guna bangunan atas nama Linawati Hidajatno, luasnya 8.297 m2 dan sertifikat tanah atas nama Yenella Hidajatno luasnya 541 m2, dan luas tanah 1.283 m2 di Jalan WR Supratman, no. 52 Kota Batu. Di atas lahan tersebut berdiri puluhan bangunan bedak PKL tempat berjualan bermacam – macam kuliner, Dieksekusi Pengadilan Negeri (PN) Malang.

Eksekusi melibatkan ratusan personel Polri, Brimob, TNI dan melibatkan dua ekor anjing pelacak berjalan lancar, aman, terkendali.

Selain dipasang spanduk bertuliskan “Dilarang Masuk di Area Ini Masuk Tanpa Izin Merusak Sarana Berjualan di Area Halaman Ini Merupakan Tindak Pidana”. Dilokasi juga dilakukan pemagaran dengan menggunakan kayu dan seng.

Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto, SIK, MSi saat diwawancarai para awak media.

“Ya, eksekusi berjalan aman dan tertib kita himbau secara baik, jadi saya tidak ingin ada orang yang membuat onar di wilayah hukum Polres Batu. Kita harus taat hukum kalau sudah negara menyatakan bahwa keputusan eksekusi sudah dibacakan tidak ada yang melawan dan melanggar artinya negara tidak boleh kalah dengan premanisme,” kata Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto, SIK, MSi di sela-sela menghimbau lokasi.

Tak hanya itu, Kapolres juga memikirkan PKL dan berupaya mencarikan solusi supaya para PKL dapat berjualan kembali.

“Sekarang kita tinggal memikirkan terhadap saudara kita di wilayah Batu ini, saudara PKL ini seperti apa mereka supaya tetap mencari nafkah nanti kita coba mediasikan dengan pemerintah untuk mungkin direlokasi, karena yang tahu di pemerintah sendiri sementara kami dari Polres tidak punya lokasi, karena ini terkait dengan masalah dapur dan ekonomi,” ujar Buher sapaan akrab Kapolres Batu.

Edy Sugiarto Juru Sita PN Malang saat membacakan putusan Hakim.

Sementara itu, Edy Sugiarto, Juru Sita PN Malang menjelaskan, bahwa pihaknya melakukan proses eksuksi dan pengosongan tanah tersebut karena telah mengantongi kekuatan hukum tetap dan final yang dikeluarkan oleh putusan Mahkamah Agung No. 1094 K/PDT/2017 tanggal 13 Juli 2017 bahwa tanah seluas 8.297 m2, di Jalan Wr. Supratman, Kota Batu, Jawa Timur adalah penggugat l pemilik Linawati Hidajatno dan Kawan-kawan yang sah atas tanah tersebut.

Dalam putusan pengadilan Linawati Hidajatno, bertempat tinggal di Jl. Diponegoro No. 187, RT.01/RW.09, Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya sebagai Pemohon Eksekusi 1 dan Yenella Hidajatno bertempat tinggal di JI. Diponegoro No. 187,  RT. 01/RW.  09, Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya sebagai Pemhon Eksekusi II Melawan Suprapto Alamat jalan Teluk Cendrawasih No. 116, Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Termohon Eksekusi II.

“Putusan Pengadilan pada tingkat pertama sampai dengan tingkat Kasasi di Mahkamah Agung gugatannya dimenangkan oleh Linawati Hidajatno, sengketa itu terjadi tahun 2015 hingga tahun 2017, dan baru dieksekusi tahun 2018 ini,” kata Edy  Sugiarto.

Dijelaskanya, putusan pengadilan yang isinya pada pokoknya mohon kepada Ketua Pengadilan Negeri Malang untuk melaksanakan Pengadilan Negeri Malang No. 40/Pdt.G/2015/PN.MIg tanggal 4 Januari 2016 jo. Putusan Pengadilan Tinggi Surabaya No. 220 lPDT/2016/PT. SBY tanggal 16 Juni 2016 jo. putusan Mahkamah Agung No. 1094 K/PDT/2017 tanggal 13 Juli 2017 dalam perkara antara: dalam poko perkara Menolak Gugatan Penggugat.

“Tanah lima obyek yang berada di atas Jalan Sudiro dan Jalan Wr. Supratman adalah pemilik yang sah atas tanah yang terletak di Jalan Sudiro No. 5, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, (dahulu Kabupaten Malang) Jawa Timur, Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 825/ Kelurahan Sisir, yang diterbitkan oleh kantor Pertanahan Kabupaten adalah Linawati Hidajatno,” ungkap dia.

Di tempat yang sama, Mariam PKL Jalan Wr Supratman yang menempati lahan sengketa tersebut mengaku bahwa dirinya sudah melakukan kontrak bedak selama dua tahun kepada Suprapto.

“Saya sudah bayar selama dua tahun Mbak ke Pak Suprapto, tetapi saya baru dua bulan ini menempati bedak, dan saya tidak menyangka kalau akhirnya seperti ini,” keluhnya.

Dirinya berharap supaya segera mendapatkan tempat relokasi yang baru.

“Saya orang baru jadi saya ngikut apa kata teman-teman saja, ya semoga saja kami segera mendapatkan tempat relokasi yang baru supaya kami bisa kembali berjualan,” pungkasnya. (Risma)

 

Related posts

Leave a Comment