Fraksi PKS Berobsesi Genjot Perda Lingkungan di Kota Batu

Ludi Tanarto, SP, Anggota PKS DPRD Kota Batu

Sabertipikor.com, Kota Batu – Pemilu legislatif (pileg) 2019 telah “melahirkan” Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di DPRD Kota Batu. Lima tahun lalu, dalam pileg 2014, PKS hanya meraih satu kursi. Di kontestasi pileg 2019, PKS sukses mendulang empat kursi (satu fraksi).

Anggota PKS DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto, SP, resmi dilantik menjadi anggota DPRD terpilih periode 2019 – 2024, Jumat (30/8/2019).

Ia pun mengucapkan terimakasih, terutama kepada konstituen dan masyarakat Kota Batu. Lantaran pada pemilu 2014 lalu PKS hanya mendapatkan satu kursi, tetapi pada pemilu 2019 ini PKS mendapatkan tambahan tiga kursi, menjadi empat kursi.

“Alhamdhulillah di tahun 2019 ini kami mendapatkan empat kursi. Jadi kami memang harus lebih berhati-hati, lebih perhatian lagi kepada masyarakat yang telah menitipkan amanahnya kepada kami,” ucap Ludi saat diwawancarai awak media usai acara pelantikan anggota dewan terpilih 2019 di lobi gedung DPRD Kota Batu, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo.

Ia berharap dengan adanya “kekuatan” empat kursi di Fraksi PKS itu bisa memberikan lebih banyak sumbangsih dan pemikiran. Selain itu juga pengabdian kepada masyarakat yang lebih luas.

“Ya, jadi memang prodak perda kita ini masih agak minimal. Dari 21 perda, baru terbahas enam. Artinya itu masih menjadi PR besar kami di periode yang baru ini. Harapan kami dengan adannya kekuatan kami menjadi empat kursi, Fraksi PKS bisa mendorong supaya DPRD lebih produktif ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia paparkan, meskipun dahulu mencapainya hanya enam perda yang terbahas dari duapuluh perda itu.

“Untuk sekarang, misalnya bisa mencapainya enam dari duapuluh atau mungkin sekarang misalnya bisa menjadi sepuluh atau limabelas dari duapuluh itu. Di sini kami ikut andil untuk mendorong itu,” tegasnya.

Sedangkan untuk prioritas perda di periode ini, ia ingin memperjuangkan perda-perda yang terbaru tentang lingkungan hidup.

“Jadi, seperti yang yang kami sampaikan kepada DPRD di Kota Batu ini belum ada tentang perda madrasahdiniah. Kemudian perda tentang lingkungan hidup termasuk sungai, tentang bagaimana penjagaannya, bagaimana regulasinya. Ini kami ingin memperjuangkan perda perda yang berbau tentang lingkungan hidup itu. Akan tidak kalau lingkungan hidup ini baik pariwisata dan Kota Batu ini bisa lebih bagus lagi,” tuturnya.

Kendati demikian ia imbuhkan, untuk evaluasi yang lima tahun sebelumnya, yang paling utama sebenarnya perda bangunan gedung. Jadi pada tahun 2017 pernah ada pansus yang membahas tentang perda bangunan gedung.

“Namun waktu itu tidak selesai pekerjaan pansus. Nah, harapan kami di periode baru ini untuk perda bangunan gedung itu bisa selesai karena dengan pertumbuhan kota yang semakin maju pada saat bangunan ini tidak diatur kami khawatir ke depannya tidak ada keteraturan sistem. Artinya bangunan gedung ini tidak ada aturan main dan tidak ada pembatasan, sehingga banyak bermunculan gedung yang di luar kontrol pemerintahan kota,” tambahnya.

Untuk itu ia berharap dengan adanya perda ini kalau wisata Kota Batu yang dijual pemandangan.

“Bahwa view (sudut pemandangan) harus tetap dijaga. Walaupun dengan pertumbuhan kota dan bangunan gedung yang cukup luar biasa,” pungkas Sarjana Pertanian itu. (Risma)

Related posts

Leave a Comment