Kena OTT, Ini Modus Bendahara Puskesmas Karangploso Pangkas Dana Kapitasi Pegawai

Foto:Kombes Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim

Sabertipikor.com, Malang – Bendahara UPTD Puskesmas di Karangploso, Kabupaten Malang, Kholifah (54) terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Ditreskrimsus Polda Jatim. Saat ditangkap, tersangka diduga tengah memangkas dana kapitasi pegawai puskesmas.

Selama menjabat sebagai bendahara, Kholifah dengan leluasa dapat mengatur distribusi dana kapitasi atau jasa pelayanan pegawai baik yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) maupun non ASN.

Dari keterangan yang dihimpun awak media di lapangan, bahwasanya praktek ini diduga sudah dilakukan tersangka dalam kurun waktu 7 bulan, yakni mulai Januari sampai Agustus 2018 dengan total Rp 198.390.911.

Uang itu dihasilkan tersangka dari memotong dana kapitasi yang menjadi hak pegawai. Awalnya, semua pegawai diminta membuka buku tabungan di Bank Jatim sekaligus kartu ATM dan selanjutnya menyerahkannya kepada tersangka.

Setiap kali dana jasa pelayanan yang cair, tersangka terlebih dahulu mengambil dari masing-masing ATM pegawai. Kemudian mengambil langsung dari ATM, yang selanjutnya memotongnya dan baru diberikan secara tunai kepada masing-masing pegawai. Saat ditangkap, tersangka sudah menyerahkan jasa pelayanan kepada 29 pegawai dan menyisakan hanya 31 pegawai lainnya saja.

Sebanyak 31 amplop putih yang berisikan uang dengan total seluruhnya Rp 75.620.000 telah disita oleh petugas. Saat dilakukan pemeriksaan dokumen pertanggungjawaban dana kapitasi oleh petugas, ternyata ditemukan selisih. Uang yang diberikan kepada pegawai jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan catatan dalam dokumen pertanggungjawaban. Hingga terungkap adanya pemotongan honor jasa pelayanan untuk pegawai.

“Dugaannya tersangka melakukan pemotongan dalam pemberian honorarium jasa pelayanan biaya kapitasi jaminan kesehatan nasional untuk pegawai,” kata Kombes Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim. Rabu (3/10/2018) melalui pesan singkat.

Petugas mengamankan sejumlah barang bukti termasuk 31 amplop berisi uang dengan total Rp 75.620.000, satu HP, 57 buku tabungan Bank Jatim milik para karyawan berikut 57 ATM-nya, 6 lembar pembagian jasa pelayanan di bulan Januari sampai Agustus 2018, 10 lembar daftar honorarium bulan Juli sampai September 2018 dan sejumlah dokumen surat pertanggungjawaban honor jasa pelayanan.

Tersangka yang beralamatkan di Pendem, Kota Batu itu dijerat dengan Pasal 12 huruf e UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Risma)

Related posts

Leave a Comment