JTP Group, Sulap Desa Beji Jadi “Kampung Hijau”

11 views
Foto: Owner Jatim Park Group, Paul Sastro Sendjojo (tengah)saat meninjau secara langsung kampung tersebut didampingi Rektor UMM Drs. Fauzan, M.Pd beserta staf dan karyawan Jawa Timur Park

Sabertipikor.com, Kota Batu – Tidak salah jika Kota Wisata Batu dijuluki sebagai salah satu kota paling kreatif di Indonesia. Dari kota dingin ini selalu muncul ide kreatif dalam berbagai hal. Salah satunya adalah ide dalam pengembangan destinasi wisata.

Yang terbaru, Jawa Timur Park Group (JTP) menyulap sejumlah kawasan di Kota Batu yang awalnya terlihat biasa saja, kini menjadi lokasi wisata yang menarik untuk di kunjungi wisatawan.

Hal ini terlihat mulai dari hadirnya tempat wisata baru buatan seperti Jatim Park 3 atau Dino Park tepatnya di Jl. Ir Soekarno, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Dan yang saat ini baru saja dilakukan oleh manajemen JTP yakni, menyulap Kampung Desa Beji menjadi ikon wisata baru Kampung Hijau.

Owner Jatim Park Group, Paul Sastro Sendjojo meninjau secara langsung kampung tersebut didampingi Rektor UMM Drs. Fauzan, M.Pd beserta staf dan karyawan Jawa Timur Park. Selasa (18/9/18).

Kampung Hijau yang terletak di Desa Beji, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu tersebut, merupakan perkampungan yang berada di seputaran atau lebih tepatnya di belakang Jatim Park 3.

“Dengan keberadaan Kampung Hijau ini, Kota Batu memiliki kawasan wisata baru khususnya untuk para wisatawan dan para penghobi foto selfie. Keindahan warna hijau utamanya rumah-rumah warga yang di sulap Jatim Park, tujuannya supaya menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak wisatawan untuk mengunjunginya,” terang Fauzan.

Pihak Jatim Park Group, melalui Simon Purwoali selaku Humas mengapresiasi setinggi – tingginya kepada Rektor Universitas Muhammadyah Malang (UMM) Drs. Fauzan, M.Pd yang bekerjasama dengan PT inti daya guna aneka warna (indana) produsen cat tembok decofresh yang telah membuat kawasan hunian warga setempat menjadi kampung yang menarik.

“Terobosan dan bentuk kreativitas seperti di Kampung Warna – Warni, Jodipan Kota Malang ini dapat memberikan dampak positif. Tidak saja bagi pertumbuhan perekonomian tentunya, tetapi juga membawa tren positif bagi manajemen pengelolaan kota yang kreatif. Ini pasti sangat menginspirasi terhadap rencana – rencana pembangunan ke depan,” ujar Simon kepada awak media.

Oleh karenanya, pengembangannya harus dipahami secara holistik dan tidak hanya sekedar branding.

Menurut Paul Sastro Sendjojo, Kampung Hijau Desa Beji ini harus dimanfaatkan sebagai pendekatan pengembangan kawasan perkotaan secara berkelanjutan berbasis partisipasi aktif masyarakat.

“Dampak positifnya tentu akan mendorong pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat setempat kearah yang lebih baik. Karena hal ini telah diwujudkan oleh masyarakat di Kampung Hijau Desa Beji ini,” paparnya. (Risma)

Author: 
    author

    Related Post