Kades Tulungrejo Klarifikasi Tuduhan Pungli Bedah Rumah

15 views
Foto: Suliono, Kepala Desa Tulungrejo

Sabertipikor.com, Batu, Jawa Timur – Dengan adanya kabar berita yang beredar sebelumnya terkait tuduhan dugaan pungli warga bedah rumah, yang menyangkut nama Suliono kepala Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Namun, Suliono merasa tidak pernah melakukan kesalahan apapun sesuai tuduhan tersebut. Sebab, terkait dengan anggaran bedah rumah yang dituduhkan telah
disalahkangunakan dengan pemungutan per rumah 3 juta, menurutnya tidak benar.

“Uang dari Kesra langsung masuk ke rekening bendahara, bendahara langsung ke panitia untuk belanjakan ke toko. Sehingga penerima manfaat itu menerima barang sejumblah apa yang dia terima,” ungkap Suliono Kepala desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Kamis ( 23/11/2017).

Suliono juga menjelaskan, bahwa uang dari anggaran bedah rumah tersebut tidak ada potongan sama sekali ataupun pungli, baik dari kami Kepala Desa seperti yang diberitakan sebelumnya.

“Mangkanya saya menegaskan bahwa tentang tuduhan yang diberita itu tidak benar. Kami selalu mengutamakan kesejahteraan warga masyarakat setempat jadi tidak ada yang namanya pungli”, tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Aris Widodo, bahwa program pemerintah yang baik untuk masyarakat, bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Seperti halnya bedah rumah, untuk itu ia berharap jangan sampai dijadikan masalah di desa. Seperti kurangnya dari dana tersebut, dari masyarakat membantu dan saling gotong royong.

“Kurangnya, dari dana tersebut dari masyarakat membatu jadi saling gotong royong,” ucap Aris Widodo Kasi Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

Foto:Gatot Sujarwadi, Kasun, Dusun Gerdu,(tengah), saat diwawancarai beberapa awak media

Begitupun dengan Gatot Sujarwadi, Kasun Dusun Gerdu, juga mengatakan, dengan adanya pertemuan tadi sudah clear warga dan penerima manfaat juga sudah ditemukan. Dia jelaskan dari 6 unit rumah yang dibedah di dusun Gerdu tersebut, per unitnya mendapatkan anggaran 15 juta, satu rumah menghabiskan kisaran dana 30 juta.

“Jadi ada tambahan swadaya. Dan swadaya dari warga sendiri yang punya rumah juga dibantu oleh saudaranya”, paparnya.

Dia tambahkan, terkait dengan pemberitaan yang beredar tentang dirinya tersebut, “kami juga merasa dirugikan karena membuat resah dan masyarakatpun ikut resah, untuk itu kami ambil nilai positif saja dan juga sebagai koreksi. Nama baik Desa Tulungrejo tetap utuh, untuk kedepannya dalam  pembangunan segala hal peran serta Masyarakat tetap, kita semua juga bersama – sama untuk membangun, jadi nama baik kami Pemerintah desa masih tetap bisa dipercaya, kalau tujuan kami hanya untuk kepentingan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. (Ris)

Author: 
    author

    Related Post