Kasus TIK Probolinggo Dinilai Janggal, GN-PK Akan Laporkan ke Kejagung dan Mempertanyakan ke Mahkamah agung.

17 views
Foto: Mariyadi, S.H, Ketua GN-PK Jawa-Timur

Sabertipikor.com,Surabaya, Jawa Timur – Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GN-PK) Jawa Timur mempertanyakan kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, tentang penanganan kasus pengadaan alat Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (TIK) Kabupaten Probolinggo yang terjadi pada 2013 lalu. Dimana, sampai saat ini para tersangka yang sudah ditetapkan tidak dilakukan penahanan.

“Saya melihat ada tebang pilih pada kasus ini. Padahal pada kasus lain ketika tersangka sudah ditetapkan langsung dilakukan penahanan, apalagi kasus ini terbilang kasus korupsi yang diduga merugikan negara hingga miliaran rupiah,” kata Ketua GN-PK Jatim, Mariyadi SH, Minggu (19/11/2017).

Sebagaimana diketahui, Kejati Jatim saat itu tengah menyidik dugaan korupsi pengadaan alat TIK di Kabupaten Probolinggo. Proyek ini didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2012 senilai Rp 14,2 miliar. Kejati Jatim sendiri telah menetapkan mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, juga RS, MN RF dan EW sebagai tersangka dalam kasus yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 4  miliar lebih ini. Lebih dari 100 pack software komputer yang diduga palsu sudah disita Kejati Jatim sebagai barang bukti. Barang-barang bukti tersebut disita sebelum oleh pihak dinas didistribusikan ke sekolah – sekolah di seluruh Kabupaten Probolinggo.

Menurut Mariyadi, ketika dalam penyidikan ini tidak segera diluruskan akan menjadi preseden bahwa supremasi hukum itu bisa dibeli.

“Nah, kami akan segera membuat laporan mengenai kasus ini ke Kejaksaan Agung, bahkan kalau perlu akan membuat mempertanyakan ke Mahkamah Agung, karena informasi yg kami terima katanya masih kasasi, maka secepatnya kami akan mengecek  ke Mahjamah Agung, kenapa kok begitu lama putusan kasasi belum turun juga,” tegas Mariyadi.

Sumber dari Kejati Jatim bahwa 4 tersangka kasus dugaan korupsi ini, baru mengembalikan uang hasil korupsi sebesar Rp 1 miliar. Jumlah tersebut merupakan sebagian dari total nilai kerugian negara sebesar Rp 4,9 miliar.
Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidana Khusus Kejati Jatim saat itu Rohmadi, mengatakan  uang itu diserahkan para tersangka ke Kejati Jatim.

“Uang sebesar Rp 1 miliar itu diserahkan dan dititipkan ke kami untuk rekening penitipan kerugian negara,” ujarnya saat dikonfirmasi. (Red-/ris)

Author: 
    author

    Related Post