Kejari Batu Tetapkan Kasatpol PP Pemkot Batu Jadi Tersangka

Foto: Drs. Robiq Yunianto, Kasatpol PP Pemkot Batu.

Sabertipikor.com, Kota Batu – Kejaksaan Negeri (kejari) Batu menetapkan Kepala Satpol PP (kasatpol) Pemkot Batu yakni, Drs. Robiq Yunianto, M.Ap sebagai tersangka.

Penetapan itu terkait pemotongan honorarium kegiatan piket Satpol PP Pemkot Batu pada 2017 di empat tempat yang berbeda.

Empat lokasi itu adalah Gedung DPRD Kota Batu, Balai Kota Among Tani Pemkot Batu, Rumah Dinas Walikota Batu, dan terakhir Rumah Dinas Wakil Walikota Batu Tahun anggaran 2017 lalu.

Menurut Kasi Pidsus Kejari Batu Fariman, SH menjelaskan, Kepala Satpol PP Pemkot Batu, Robiq Yunianto memang telah ditetapkan menjadi tersangka. Akan tetapi, masih belum dilakukan penahanan.

“Ya, mengingat karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk dilakukan penahanan, karena harus melakukan kontrol kesehatan secara rutin,” terang dia. Kamis (8/11/2018).

Kasus yang menjerat Kasatpol PP Pemkot Batu itu lanjut Fariman, karena yang bersangkutan terbukti telah melakukan pemotongan honorarium anggota Satpol PP.

Dari penetapan itu kemudian dilakukan pengembangan lebih lanjut.

Bahkan pihak Kejari Batu juga telah memeriksa beberapa saksi, diantaranya mulai dari Banpol PP pengawas piket, serta bendahara.

Selain itu masih kata Fariman, dirinya telah bersurat kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur, yang mana tujuannya untuk menghitung nilai kerugian negara.

“Kalau untuk hasilnya, kita masih belum mengetahui. Tapi, inginnya bisa segera secepatnya. Sebab, suratnya itu baru beberapa hari ini kami kirimkan,” ujarnya.

Terkait dengan kasus itu, pihak Kejari Batu menyebutkan, nantinya tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru. Bahkan pihak Kejari Batu kini terus melakukan penyidikan berdasarkan laporan hasil dari pemeriksaan kepada para saksi.

“Tersangka saat ini dikenai pasal berlapis, yakni Pasal 2 dan Pasal 3 no 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, dan Pasal 12 e UU Tipikor tentang pemotongan honorarium, serta Pasal 9 tentang pemalsuan dokumen. Walaupun tersangka ini sakit, akan tetapi kami tetap memantau segala aktivitasnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Kejari Batu menetapkan tersangka tersebut sejak Senin (5/11/2018) lalu. Bahkan pihak Kejari Batu mulai melakukan Penyelidikan sejak Mei 2018 dan dilakukan Penyidikan sejak Agustus 2018. (Risma)

Related posts

Leave a Comment