Ketua GNPK Jatim Instruksikan Kepada Jajarannya di Jawa Timur, Agar Jangan Takut Melaporkan Setiap Dugaan Pungli

12 views
Foto: Mariyadi, SH, MH ketua GNPK Jawa Timur

Sabertipikor.com, Surabaya – Setelah beberapa waktu yang lalu menjadi berita nasional seorang oknum Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan berserta anggotanya terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT), terkait pengurusan SIM di Polres Kediri yang dilakukan oleh Tim Satgas Saber Pungli Mabes Polri.

Mendapatkan reaksi dukungan dari sejumlah kalangan aktifis anti korupsi, mereka mendukung langkah Mabes Polri untuk melakukan bersih – bersih yang dimulai dari dalam institusinya.

Mariyadi, SH, MH selaku Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi ( GNPK ) Jatim, mengatakan bahwa untuk mencegah terulangnya kembali praktik pungli pengurusan SIM seperti Operasi Tangkap Tangan ( OTT ) yang terjadi di Polres Kediri itu, maka pihaknya sudah mengintruksikan kepada para Ketua GNPK Kota dan Kabupaten beserta jajaran di Jawa Timur, “untuk tidak segan – segan melaporkan setiap kasus dugaan pungli pengurusan pembuatan SIM yang terjadi di Polres masing – masing yang menjadi wilayah aktifitasnya.” Kata Mariyadi, Jumat (31/8/2018).

“Kami sangat menyesalkan kasus OTT pungli di Polres Kediri yang melibatkan seorang oknum Kapolres yang seharusnya menjadi contoh seorang pemimpin yang baik, serta berani mengungkap setiap kasus dugaan korupsi yang terjadi diwilayah kerjanya, jangan malah menyalah gunakan jabatan dengan meminta jatah upeti pungli yang dilakukan oleh anak buahnya. Kalau sudah terkena OTT begini siapa yang rugi ?? Jelas yang bersangkutan dan keluarganya. Karena sangat jelas sekali bila ada anggota POLRI yang melakukan pelanggaran berat, maka sanksi pemecatan dari POLRI sudah terlihat didepan mata,” ujar Ketua GNPK Jatim ini.

Lanjut Mariyadi, “Saya dulu sering menerima pengaduan dari ketua GNPK Kediri yakni saudara Roy Kurniawan, bahwa setiap laporan dugaan korupsi yang dilaporkan oleh rekan – rekan aktifis anti korupsi, bahwa sering terjadi dugaan kasus korupsi yang terjadi di Kediri sering tidak terungkap. Dengan alasan belum cukup bukti padahal bukti – bukti awal pendukung sudah turut dilampirkan dalam setiap laporannya,” papar Mariyadi.

Maka dari itu, imbuh Mariyadi, “dengan adanya OTT di Polres Kediri kami sangat bersyukur, semoga pelayanan di Polres Kediri akan lebih baik dengan tanpa pungli, dan mudah-mudahan ini menjadi efek jera bagi oknum di polres lainnya, sehingga masyarakat tidak merasa resah dengan adanya pungli,” tuturnya.

Ia juga sangat mengapresiasi kinerja dari Roy Kurnia Irawan selaku ketua GNPK Kota/ Kabupaten Kediri bersama rekan – rekan aktifis anti korupsi lainnya di Kediri.

“Saya tahu sendiri bahwa Roy dan kawan-kawan yang mendedikasikan diri dalam hal pemberantasan Korupsi di Jawa Timur sering melakukan aksi demonstrasi di kantor Pemkab, Kejaksaan dan Polres Kediri menuntut agar setiap laporan dugaan kasus korupsi yang melibatkan oknum pejabat harus cepat ditindak lanjuti dan tidak fi peti es kan. Bahkan sebelum terjadi kasus OTT di Polres Kediri, rekan – rekan aktifis anti korupsi Kediri yang tergabung dalam Aliansi LSM dan Ormas se-Kediri Raya ( ALOKA ) melakukan aksi demonstrasi di depan Polda Jatim,” ungkap Mariyadi.

Meski demikian, Mariyadi tegaskan bahwa  pihak GNPK juga sudah mempersiapkan tim advokasi yang siap back up semua aktifis GNPK yang sangat vokal memburu para koruptor.

“Kami hanya berjaga – jaga bila ada serangan balik dari para koruptor yang mencoba mengkriminalisasi para aktifis GNPK yang ada di Jatim yang selama ini dikenal sangat vokal dalam hal pemberantasan korupsi, Insya Allah kami siap melawan para koruptor untuk memberantas korupsi demi kejayaan NKRI yang kita cintai,” Pungkas pria berdarah Madura ini. (Irawan)

Author: 
    author

    Related Post