Ketua GNPK : Terkait Laporan Dugaan Korupsi di Kota Kediri, Kami Akan Mendatangi Kejati dan Kejagung RI

               Foto: ketua GNPK Kediri Roy kurniawan

 

Sabertipikor.com, Kediri, Jawa Timur – Ketua GNPK Kota Kediri, Roy Kurnia Irawan menyatakan bahwa Kejari Kediri mestinya tidak perlu menunggu laporan auditor (BPK). Pernyataan ini disampaikan Bang Roy, tokoh pemuda penggiat antikorupsi di Jawa Timur ini pada Selasa (8/5/2018) sore.

Bang Roy melontarkan statmen tegas perihal itu setelah mencermati berita di Radar Kediri, Selasa (8/5/2018) di bawah judul “Jaksa Berwenang Hitung Kerugian Negara” yang disampaikan JPU Ribut Suprihatin dalam persidangan Jembatan Brawijaya di Pengadilan Tipikor Sidoarjo Selasa (8/5/2018).

Dalam pernyataan itu JPU Ribut mengatakan bahwa ada kewenangan jaksa menghitung kerugian negara berdasar pada kesepakatan penegak hukum yang tertuang dalam criminal justice system. Kesepakatan ini ditandatangani semua instansi terkait tindak pidana korupsi pada September 2011 lalu.

JPU Ribut juga mendukung pernyataan itu dengan menyebut Pasal 32 Ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo Nomor 31 tahun 1999 Jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga:Soal RTH Brantas, Pasar Setono Betek dan Raskin Kejari Tunggu BPK

“Lha ini bagaimana kok kemarin kami para aktifis anti korupsi yang melaporkan dugaan korupsi malah disuruh menunggu hasil audit BPK soal unsur kerugian negara dalam kasus RTH Brantas, Pasar Setono Betek, RTH Rusun dan Raskin,” tegas Bang Roy panggilan akrab para pemuda di Kediri.

Dia menambahkan Kejari Kota Kediri apakah sebenarnya serius atau tidak dalam masalah laporan dugaan korupsi di Kota Kediri ini.

“Sangat Aneh sekali sama-sama jaksa kok ngomongnya tidak sama, ada apa?,” tanya Bang Roy sambil mengelus dadanya.

Karena itu ia bersama penggiat korupsi lainnya akan kembali menyambangi Kejari Kota Kediri dan akan menanyakan soal ini.

“Saya ingin jawaban yang terang benderang, bukan ‘yuridis formal’ yang kesannya jauh dari rasa keadilan. Bahkan bila diperlukan nanti kami para aktifis anti korupsi di Kediri akan secepatnya mendatangi Kejati Jatim dan Kejagung RI di Jakarta,” pungkas lelaki yang pernah menjadi atlet pencak silat tersebut. (Roy/ris)

Related posts

Leave a Comment