Kuasa Hukum Sunaryo Segera Somasi Bank Mayapada

Foto: Ferry Fernanda Eka S. SH., MH

Sabertipikor.com, Kota Batu – Kuasa Hukum Sunaryo, Ferry Fernanda Eka S. SH., MH segera melayangkan somasi kepada Bank Mayapada Kota Batu. Dalam surat somasi yang dikirimkan Selasa (18/9/2018) tersebut, Ferry meminta keadilan dan membebaskan kliennya.

Hal itu dikarenakan kliennya selaku nasabah Bank yang ditahan oleh Kejaksaan Negeri Batu. Lantaran kliennya menunggak membayar angsuran.

Menurut Ferry, dalam kasus ini sangat unik, sebab, yang disangkakan pada kliennya tersebut adalah permasalahan tanda tangan oleh orang lain.

“Padahal yang berhak acc atau tidaknya dari pihak bank, saat pengajuan yang dilakukan klien kami menggunakan data yang sudah jelas. Tapi dalam kasus ini Bank Mayapada melaporkan terkait tanda tangan yang dilakukan orang lain di depan notaris, anehnya kok bisa acc kalau memang datanya tidak sesuai dengan data yang diajukan klien kami  ini,” ungkap Ferry dengan penuh selidik.

Seharusnya, lanjut Ferry, dalam Undang-undang hutang piutang tersebut termasuk perdata, tetapi Sunaryo ditahan masuk ranah pidana.

Kendati demikian, pengacara tersebut menduga dalam kasus ini ada main dari pihak Bank Mayapada yang dilakukan pimpinan dan bagian survai tersebut karena data yang diajukan mengikuti prosedur yang berlaku.

“Tapi dalam persidangan ada nama-nama yang dihilangkan, menjadi pertanyaan saya apa karena nasabah yang lagi pailit sehingga Bank menjerat nasabah dari Undang-undang perdata menjadi pidana. Bank Mayapada melakukan seribu cara untuk bisa menjerat nasabahnya,” kata Ferry.

Sementara itu, Bicky Budiarko selaku perwakilan manajemen Bank Mayapada saat dikonfirmasi awak media, dia membenarkan terkait pelaporan yang dilakukan pihak Bank kepada nasabahnya, dengan dugaan telah melakukan tindakan pemalsuan tanda tangan oleh Sunariyo.

“Data untuk pengajuan sebenarnya sudah sesuai prosedur yang ada, terungkapnya pemalsuan tanda tangan dari pailit dalam angsuran tersebut karena pihak atas nama pengajuan tidak pernah melakukan tanda tangan di dalam perjanjian,” ungkapnya.

Terpisah, Susi Kurini istri Sunaryo, meminta keadilan supaya suaminya segera dibebaskan, sebab Susi mengaku bahwa perkara perdata yang menjerat suaminya itu sudah dicabut oleh pihak Bank.

“Saksi utamanya yang namanya Pak Anam kenapa tidak pernah dihadirkan dan tidak dipanggil ke Polres sebagai saksi, sedangkan saksi dari suami saya semuanya dihadirkan untuk menjadi saksi. Harapan saya ya suami saya dibebaskan secepat mungkin, kan saya sudah melunasi semua hutangnya dan pekara juga sudah dicabut tetapi kenapa suami saya kok belum dibebaskan,” pintanya. (Risma)

Related posts

Leave a Comment