LP3KB Laporkan Oknum Guru Yang Diduga Gelapkan Dana Bantuan Siswa Kepenegak Hukum

LSM LP3KB saat mengawal pengembalian dana pada wali murid SDN 02 Bayu

 

Sabertipikor.com, Banyuwangi – Dugaan penggelapan dana bantuan siswa dari Program Indonesia Pintar yang digelapkan oleh oknum guru rupanya jadi perhatian khusus oleh Lembaga pemantau penyelengara pemerintahan Kabupaten Banyuwangi ( LP3KB ).

Sugeng Setiawan, S.H., ketua umum LP3KB membeberkan  bahwa Senin, (19/3/2018) telah remi membuat pengaduan ke Mako Polsek Songgon, terkait kasus tersebut.

Tak cukup di situ saja, demi hak para siswa, Sugeng Setiawan, S.H., tekan pihak sekolah untuk segera berikan hak siswa dana Program Indonesia Pintar (PIP), dari Pemerintah.

Akhirnya para wali murid hadir ke sekolah menerima pengembalian dana PIP yang diduga sudah empat bulan tidak diterimakan alias digelapkan oleh oknum guru yakni, Mujiyanto.

Sugeng Setiawan, S.H., ketika dikonfirmasi tentang harapannya pada proses hukumnya mengingat sudah ada ektikad baik Mujiyanto mengembalikan dana PIP.

” Dengan pengembalian dana tersebut tidak mempengaruhi proses Hukum, karna dari LP3KB melakukan pelaporan dua hari sebelum dana itu dikembalikan, dan justru pengembalian itu adalah bukti kuat yang tidak terbantahkan adanya penggelapan dana di sekolah tersebut, dan dengan penemuan penyimpangan di SDN 02 Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi tersebut LP3KB makin yakin bahwa ada dugaan kuat penyimpangan di sekolah-sekolah lain. Makanya dalam waktu dekat kami akan membentuk Tim khusus untuk menelusuri dan menginvestigasi kesemua sekolah-sekolah di Kabupaten Banyuwangi, khususnya di wilayah Kecamatan songgon dan kami sudah mengantongi beberapa penyimpangan dana PIP dan BOS di beberapa sekolah, ” paparnya Rabu, (21/3/2018).

Ketika ditanya apakah dalam hal ini Kepala Sekolah terlibat? Sugeng Setiawan, S.H., mengatakan, ” Karena masalah ini sudah kami laporkan kepada pihak Kepolisian maka yang bisa menjawab adalah dari hasil penyidikan kepolisian, ” tegasnya.

Lebih lanjut, masih kata, Sugeng Setiawan, S.H., ketika ditanya apakah Kepala Sekolah SDN 02 Bayu tidak mengetahui atas tindakan oknum Guru bernama Mujiyanto? dijawab olehnya, ” Kalau tidak mengetahui itu hal yang mustahil, karena Kepala Sekolah adalah penanggung jawab dari setiap program Pemerintah yang turun. Masak ada program turun tidak tahu kan tidak masuk akal , ” pungkasnya.

Sementara itu, menurut, ketua Dapil 2 LP3KB, Ipung Syaifuloh (Ipunk ), Ada pengakuan dari tiga wali murid didatangi oleh Muji degan mengatakan usia anaknya kurang, bisa terancam tidak naik kelas, lalu masing masing dimintai uang 400 ribu beserta akte kelahiran untuk dirubah tanggal, bulan dan tahun kelahiranya, ” Lanjut Syaiful, ” Ketika didesak oleh para wali murid dan ditanyakan mengenai akte kelahiran karena sudah lama, Muji mengatakan sebenarnya akte sudah selesai namun hilang dan menunjukan laporan polisi palsu , ” ujarnya. (Ed)

 

 

Related posts

Leave a Comment