Mantan Wakil Walikota Batu Apresiasi Warga Tolak Keberadaan Indomaret 

9 views

Tampak dari depan keberadaan indomaret di area SPBU Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu

 

Sabertipikor.com, Kota Batu – Komitmen pembatasan pendirian toko swalayan modern (TSM) di desa-desa di Kota Batu, tidak digubris investor.
Fakta di lapangan, TSM tumbuh menjamur sampai di pelosok desa.

Fakta tersebut dipastikan berpotensi mematikan mata pencaharian warga setempat yang membuka usaha toko kelontong (pracangan). Seperti halnya Keberadaan TSM di area lahan SPBU Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Konyolnya lagi, TSM itu tidak mengantongi izin dan dipersoalkan oleh warga setempat.

Selain itu juga mendapat tanggapan dari Mantan Wakil Walikota Batu, H. Ahmad Budiono, Sabtu (4/5/2019).

Menurutnya, sikap warga yang menolak keberadaannya indomaret itu patut dihargai.

“Saya kira sikap warga yang menolak keberadaan indomaret patut dihargai. Lagi pula pemilik modal harus berfikir pemerataan pada warga sekitar yang memiliki usaha dagang sejenis. Jadi jangan malah mematikan usaha masyarakat sekitar,” katanya.

Untuk itu, terkait kemajuan Kota Wisata Batu, menurut dia, harus bisa dinikmati bersama seluruh warga.

“Jadi tidak hanya bisa dinikmati dari sebagian pemodal besar saja,” sarannya.

Hariyadi yang mengaku Warga Desa Pandanrejo, menambahkan. Munculnya toko modern indomaret yang ada di area SPBU Pandanrejo itu, Kepala Desa setempat, Abdul Manan yang mempertaruhkan namanya.

“Sudah harga mati komitmen Kades bersama warga setempat, bahwa tidak menghendaki keberadaannya toko modern. Alih – alih berdiri di area SPBU, artinya Kades harus memenuhi komitmennya agar tidak main – main dalam komitmennya itu,” sergah Hariyadi.

Dengan mencuatnya persoalan ini, Hariyadi menyarankan Kades agar segera mengambil langkah, dan secepatnya buka suara, agar tidak menjadi spikulasi tudingan miring dari warga setempat. Karena selama ini telah menduga Kades ada main dibalik keberadaan indomaret tersebut.

“Kades supaya segera mengklarifikasi terhadap warga. Kumpulkan para tokoh dan para pemilik toko – toko yang ada di Pandanrejo. Kumpulkan mereka semua, dengan tandatangan dan dikuatkan dari perangkat desa, mulai dari RT, RW, BPD dan Kades setempat,” pintanya.

Oleh karena itu, Hariyadi juga berharap terhadap Kades, jangan pernah gentar kalau hal ini diprezer – prezer atau sampai ada yang mengintimidasi agar patuh kehendaknya pengusaha maupun kalau ada centengnya.

“Kades setempat harus secepatnya mengambil langkah, bersama masyarakat, kalau perlu datang langsung ke Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. Kita tolak keberadaan indomaret tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Kades Pandanrejo, Abdul Manan, belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi via ponsellnya belum ada respon.

Sampai berita ini dikabarkan, Abdul Manan belum bisa dikonfirmasi dan terkesan menghindar dari buruan sang kulitinta. (Risma)

Author: 
    author

    Related Post