Mariyadi Akan Perkarakan HA Jachja

9 views

Mariyadi, SH, MH.

Sabertipikor.com, Surabaya – Mariyadi, SH, MH, akan memperkarakan HA Jachja warga Jenggawah Jember. Lantaran, memberi surat tembusan ke berbagai instansi di Surabaya.

“Saya tunggu selama 7×24 jam itikad baiknya, jika tidak saya akan laporkan ke Polda Jatim,” tegas Mariyadi. Kamis (17/10/2019).

Menurut Mariyadi tindakan mengirim surat itu mengandung dua unsur, yaitu pertama pencemaran nama baik. Dan yang kedua adalah pembunuhan karakter.

“Bisa saya katakan ini pembunuhan karakter. Ini ada apa sebenarnya, kan sebenarnya ini bisa dibicarakan dulu, tidak langsung kirim surat begitu, saya juga siap dihubungi setiap saat dan selalu on time 24 jam, kalau memang urgen,” paparnya.

Tak hanya itu, Mariyadi merasa heran dengan sikap Jachja, karena merasa melakukan kewajibanya sebagai penerima kuasa.

“Ini dibuktikan komunikasi dengan Pak Wasis walaupun saat pak wasis sakit dan opname di Rumah Sakit Mojokerto maupun di RS Graha Amerta Surabaya. Bahkan rutin untuk tetap menjalin silaturahim dengan keluarga Pak Wasis Suntoro selaku Kepala Kantor BPN 2 Surabaya, dan ini di buktikan dengan adanya capture WA dengan keluarga Pak Wasis,” terang Mariyadi.

Sebelumnya Mariyadi juga sudah mempunyai rasa kekhawatiran.

“Jangan – jangan kasus ini hampir selesai, pemberi kuasa akan mecabut kuasanya,” kata Mariyadi dengan penuh selidik ke beberapa awak media di Surabaya tadi sore setelah dari kantor BPN II Surabaya dan PT SG.

Ketika ditanya wartawan tentang tindak lanjut kasus ini, Mariyadi, menjawab dengan santai.

“Kan kuncinya penyelesaian kasus ini ada di tangan saya. Monggo saja kan masalah ini sudah berjalan 85 persen, nah kuncinya yang 15 persen itu rahasia perusahaan,” kata Mariyadi sembari tertawa.

Mariyadi sangat menyesalkan Jachja yang telah berkirim surat tertanggal 14 Oktober dengan tembusan ke berbagai instansi.

“Padahal, pada 15 Oktober berkomunikasi dengan keluarga Pak Wasis sambil nenunjukkan bukti capture WA tertanggal 15 Oktober 2019. Aneh jadinya kalau Pak Jachja berkirim surat ke instansi terkait masalah tanah PDAM tersebut,” bebernya.

Sementara itu, hingga berita ini dilansir, HA Jachja saat dihubungi awak media melalui telepon selularnya tidak tersambung. (*)

Author: 
    author

    Related Post