Mariyadi:Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Seolah Tak Berdaya Untuk Eksekusi M. NORI Dalam Kasus TIK Probolinggo

Foto:Mariyadi, SH ketua DPP GNPK Jawa Timur

Sabertipikor, Jakarta – Kasus korupsi yang satu ini terbilang unik dan diduga ada permainan yang luar biasa di dalamnya.

Betapa tidak, setelah dinyatakan bersalah tetapi tidak dilakukan aksi penahanan atau eksekusi lebih jauh. Hal itu sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri Surabaya  Nomor 13/Pid.Sus/TPK/2014/PN.Sby Tahun 2014.

“Siapa saja pasti bisa menduga bahwa kasus ini banyak unsur permainnan.Tetapi kami akan terus  melakukan pengawalan sampai kasus ini terlihat titik jelas dan terang benderang,” kata Mariyadi, SH ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jawa Timur, Senin (10/09/2018) kemarin di Jakarta.

Sebagaimana diketahui dalam amar putusan yang dikeluarkan oleh PN Surabaya Nomor:13/Pid.Sus/TPK/2014/PN. Surabaya Tahun 2014 ‘Kesatu’, bahwa menyatakan terdakwa MOH. NORI tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam Dakwaan Primer.

‘Kedua’, membebaskan Terdakwa MOH. NORI dari Dakwaan Primer tersebut.

‘Ketiga’, Selanjutnya Menyatakan Terdakwa MOH. NORI telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “korupsi secara bersama-sama”, sebagaimana dalam dakwaan subsidair.

‘Keempat’, Menjatuhkan pidana oleh karenanya terhadap Terdakwa MOH NORI dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dengan perintah.
‘supaya terdakwa ditahan di rumah tahanan negara dan denda sebesar Rp 50.000.000,00 ( lima puluh juta rupiah)’, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan.

‘Kelima’, menetapkan barang bukti berupa: 1 tas kecil berisi software Perpustakaan Slektronika dan Multimedia.
Pembelajaran interaktif untuk Sekolah Dasar/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/SLB) HarmoniEdu, Paket 2 yang berisi 74 ( tujuh puluh empat ) keping CD, Buku Petunjuk Instalasi dan penggunaan 1 buah, 1 buah Secure Dongel: Surat dari pusat tehnologi informsi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekom).
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1361/P1.1/LL/2012 tanggal 17 April 2012 kepada Direktur CV. Bangkit Lingga Wisnu Jl. KH Hasim Ashari no. 56 Probolinggo perihal jawaban surat soal pengakuan penghargaan CD pembelajaran interactive: Uang sebesar Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah), yang berada direkening Kejaksaan tinggi Jawa Timur Kanca-KCP Unit BRI Kaliasin Surabaya. Rek. 0096-01-001749303.

Pada keputusan tersebut yang disidangkan oleh majelis hakim dengan ketua Saat itu H. BANDUNG SUHERMOYO, SH Mhum: Hakim Anggota H .YAPI, SH.MH dan SAIPUDDIN ZAHRI, SH.MH. Panitera  RENDRA ARIYANTA PUTRA, SH, MHum. Seperti yang dinyatakan oleh Majelis Hakim supaya dilakukan penahanan  ternyata sampai saat ini Moh Nori masih belum menjalani masa penahanan.

“Maka Dalam hal kasus – kasus seperti ini kami GNPK Jatim akan menanyakan ke Kejaksaan Agung, bahkan juga ke Mahkamah Agung,” tandas Mariyadi, yang saat ini di Jakarta, bersiap mendatangi MA dan Kejagung. (Ris)

Related posts

Leave a Comment