MCW: Dugaan Korupsi Di Kota Batu Berpotensi Rugikan Negara Rp 35,4 Miliar

4 views

(Gedung Balai Among Tani, Pemerintah Kota Batu )

 

Sabertipikor.com, Batu Jawa Timur – Terkait dengan tertangkapnya Wali Kota Batu Eddy Rumpoko (OTT) Operasi Tangkap Tangan oleh KPK pada Sabtu (16/9/2017) pukul 13.30 siang kemarin, kini Malang Corruption Watch (MCW) memberikan apresiasi. Malang Corruption Wacth (MCW) mencatat terdapat sejumlah dugaan kasus beberapa proyek yang diduga bermasalah di Kota Batu. Seluruh dugaan korupsi yang terjadi dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2016 ini berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp 35,4 miliar.

“Kita menemukan ada beberapa poin review kasus yang korupsinya besar,” ujar Divisi Advokasi MCW Buyung Jaya Sutrisna saat ditemui wartawan di Kantor MCW Malang, Minggu  (17/9/17).

Pertama, Buyung mengungkapkan, dugaan korupsi penunggakan pajak hiburan pada tahun 2010 sampai tahun 2014. Menurut dia, kasus ini berpotensi menimbulkan kerugian kas daerah dan negara sebesar Rp 24 miliar. Sampai saat ini, dia melanjutkan, penuntasan kasus ini masuh belum dilakukan meski berpotensi menimbulkan kerugian sangat besar.

Selanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu juga dinilai terlibat dalam korupsi piutang pajak hiburan sebanyak Rp 2,2 miliar. Kasus yang melibatkan Pemkot dan swasta ini terlihat pada sikap pengurangan pajak pada pihak swasta. Salah satunya ada pada SK Walikota yang memberikan keringanan pajak pada Jatim Park Group.

“Berikutnya kasus dugaan korupsi pada PT. Batu Wisata Resources (BWR) tahun 2014 dengan kerugian sebesar Rp 1,2 miliar dan korupsi kasus roadshow tahun 2014 dengan potensi kerugian negara Rp 1 miliar,” jelasnya.

Ditambah kasus dugaan korupsi Pemkot Batu juga terjadi pada pembangunan Block Office Balai Kota Among Tani dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2016. Pembangunan ini sempat terhenti beberapa tahun akibat dari adanya persoalan penganggaran yang multiyear. Persoalan juga terjadi pada kontraktor sekaligus di proses pengadaan tanah.

Selanjutnya, Pemkot Batu juga dinilai terlibat dalam dugaan kasus korupsi tukarguling Desa Dadap Rejo Kota Batu pada tahun 2011. Tukarguling tanah tersebut antara pemkot dan swasta yang berpotensi merugikan negara sebesar Rp 7,5 miliar. Selain itu, juga dianggap terkait dengan kasus dugaan korupsi pada pembangunan Taman Block Office “Among Tani” dan GOR Gajah Mada di tahun 2016.

“Lalu juga pada perizinan ‘Predator Funpark 2014’ dan pembangunan sejumlah perumahan/pemukiman di tahun 2017, dan kita berharap sekali kepada KPK untuk membongkar semua dugaan kasus korupsi yang ada di Pemerintah Kota Batu,” imbuhnya. (Ris)

 

Author: 
    author

    Related Post