Memprihatinkan Masih Minimnya Fasilitas Di SMPN Satu Atap Pesanggrahan 02 Kota Batu

Masih minimnya ruang dan fasilitas di SMPN Satu Atap Pesanggrahan 02 Kota Batu, untuk proses belajar mengajar siswa

 

Sabertipikor.com, Batu, Jawa Timur -Berbagai upaya terus dilakukan, pihak menejemen SMPN Satu Atap Pesanggrahan 02 Kota Batu. Ada beberapa perubahan di sekolah tersebut, diantaranya administrasi, sarana dan prasarana.

Sekolah yang berada di bawah kaki gunung Panderman ini, sedikit memprihatinkan lantaran masih kekurangan meja dan kursi guru di ruang guru.

Meski demikian, dengan jumlah siswa 56, 13 tenaga pendidik dan kependidikan terus berupaya untuk mencerdaskan anak bangsa.

Kepala SMP Negeri Satu Atap Pesanggrahan 02 Kota Batu, Sudiono S.Pd., M.Pd., mengatakan selain kekurangan meja dan kursi guru di ruang guru, juga masih kekurangan tenaga pendidik ASN.

” Ya, jujur kami katakan di SMPN Satu Atap Pesanggrahan 02 ini, membutuhkan tenaga pendidik ASN. Karena, masih minimnya tenaga Pendidik yang ASN. Selain itu, masih ada 3 tenaga honorer yang sudah lama, ” tuturnya, Rabu (21/3/2018).

Menurutnya, di satu sisi siswa SMPN Satu Atap Pesanggrahan 02 Batu memiliki siswa prestasi dibidang non akademik. Seperti lomba lari maraton 8 Kilo, berhasil menjadi juara finis terbaik, juara I lomba festival egrang, juara harapan II, media pembelajaran tingkat kota.

” Saya berharap, Dinas Pendidikan Kota Batu dapat memberikan perhatian di SMPN Satu Atap Pesanggrahan 02 Batu, demi kualitas pendidikan, ” tegasnya.

Dia tegaskan, selain itu Dinas Pendidikan Kota Batu, sudah memberikan bantuan seperangkat komputer lengkap, sebanyak 10 unit. Yang dapat difungsikan untuk siswa kelas IX, pada saat UNBK nantinya.

” Akan tetapi, bantuan kumputer tersebut masih minim dikarena masih kurang. Karena jumlah siswa kelas IX sebanyak 19 siswa. Ketiga UNBK nantinya, yang jelas siswa SMPN Satu Atap Pesanggrahan 02 akan melaksanakan UNBK di SMK Putikecwara, ” tandasnya.

Ditambahkan, Kepala Perpustakaan SMPN Satu Atap Pesanggrahan 02, Mistiah S.Pd, mengatakan seharusnya ada tenaga perpustakaan yang menanganinya.

” Selain itu, tempat perpustakaan masih campur dengan tempat lap komputer, dan tempat memasak yogurt. Sehingga untuk membaca saja, siswa merasa tidak nyaman dan maksimal. Sehingga merasa miris juga memprihatinkan, ” tegasnya.

Ditambah lagi, masih belum adanya ruang UKS untuk siswa yang maksimal. Ketika ada siswa pingsan dan sakit di sekolah, mereka harus di tempatkan diseadanya.

” Hal ini, seharusnya diprioritaskan dari Dinas Pendidikan untuk memberi perhatian kepada SMPN Satu Atap Pesanggrahan 02. Artinya pada saat Proses Belajar Mengajar (PBM)  siswa dapat maksimal, ” pungkasnya. (ek/ris)

 

Related posts

Leave a Comment