Peringati HUT Bhayangkara Polres Malang Gelar Diskusi Anti-Hoax dan Donor Darah

6 views
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, SH., SIK., M.Si saat memberi pemaparan dalam giat diskusi publik di pendapa Jalan. KH Agus Salim 7, Kota Malang.

 

Sabertipikor.com, Malang, Jawa Timur – Diskusi publik bertajuk “Ayo Jadi Pelopor Anti-Hoax dan Melek Media”, digelar di pendapa Kantor Bupati Malang, Selasa (8/5/2018).

Selain diskusi publik tersebut, acara di pendapa Jalan. KH Agus Salim 7, Kota Malang, itu juga disemarakkan aksi sosial donor darah. Diskusi dan donor darah tersebut merupakan satu rangkaian acara mempetingati HUT Bhayangkara tahun ini.

Pada sesi diskusi publik, Amelia bertindak sebagai moderator. Narasumber yang tampil yakni, 1. Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, 2. Imam Wahyudi dari Dewan Pers 3. Ketua Aspiko Jatim, Sugeng Winarno dan 4. Presenter Teve One, Nikmah.

Kapolres Malang sebagai pemateri pertama, menampilkan dua video dan membandingkan mana yang hoax mana yang bukan. Diuraikan pula makna hoax sebagai berita bohong yang disebarkan pihak tertentu untuk kepentingan pihak penyebar.

“Sejak tahun 1971 email pertama muncul dan tahun 1981 website pertama muncul. Sekarang sudah jutaan email dan website. Hal itu menunjukan kemajuan teknologi sangat pesat dan cepat. Celakanya, menurut narasumber pertama, berita yang tersebar saat ini digunakan untuk kepentingan kelompok tertentu dan ditambahi atau dikurangi untuk menipu,” urainya.

Saat sesi foto bersama dalam giat diskusi publik di pendapa Jalan. KH Agus Salim 7, Kota Malang, Selasa (8/5/2018).

Ia tambahkan ihwal beda media konfensional dengan media sosial. Media konfensional ada aturan-aturannya. Sedangkan media sosial tidak ada aturan dan jabatan yang mengawaki medianya, serta berlangsung bebas.

Lewat acara diskusi tersebut dengan adanya para kepala desa yang hadir, diharapkan bisa menularkan pengetahuannya tentang, “anti-hoax dan melek media” kepada warga masyarakat. Kemudian untuk hasil akhirnya, masyarakat menjadi tidak gampang percaya berita hoax.

Narasumber tersebut juga memperjelas ihwal berita hoax sengaja disebar sebagai bentuk opini. Targetnya sesuai dengan keinginan pembuat berita hoax. Berita hoax lazimnya berjudul provokatif untuk menarik masyarakat membaca dan mengikuti berita bohong tersebut.

Ia ingatkan pula agar mencermati sumber beritanya, berita hoax biasanya sumbernya tidak jelas dan kesimpulannya, menurut Kapolres Malang ini, “bijaklah bermedia sosial, agar jangan sampai terkena berita hoax. Langkah untuk mengantisipasinya, 1. analisis isi informasi dalam berita itu, 2. konfirmasi pada pihak yang berkompeten, 3. tabayun atau lakukan check and richeck,” tutur Kapolres.

pemateri kedua, Imam Wahyudi, juga menegaskan, agar jangan percaya kepada wartawan yang meminta imbalan sebagai uang jasa memberitakan suatu berita.

“Apabila seorang menerbitkan berita yang tanpa sumber jelas, maka wartawan tersebut adalah wartawan tidak jelas,” tandasnya.

Ia ingatkan, penyebaran berita hoax melalui media sosial bisa saja masuk ke semua media sosial maupun media konvensional.

“Apabila kita ikut menyebarkan, maka kita sudah termasuk penyebar berita hoax,” tuturnya.

Presenter Teve One Nikmah, sebagai pemateri ketiga menyebut “bahwa tahun ini adalah tahun politik yang sangat rawan berita hoax. Ia uraikan ciri-ciri berita hoax, diantaranya yakni, judul lazimnya tidak sesuai dengan isi berita, benar tapi menyesatkan dan sumbernya tidak jelas. Jangan langsung percaya berita-berita di medsos meskipun kadang kala berita itu dari orang yang berkompeten,” pesan presenter televisi itu seraya mengingatkan ancaman pidana bagi penyebar berita hoax ada di UU ITE.

Berikutnya, pemateri keempat, Dosen Telekomunikasi UMM dan Ketua Aspikom, Sugeng Winarno, memaparkan soal penyebaran berita saat ini sangat cepat melalui medsos. “Terjadilah banjir info dan sulit disaring kebenarannya. Di sinilah arti penting dari hakikat “melek” media,” paparnya.

Kemudian dilanjut dengan sesi tanya jawab antara narasumber dengan peserta diskusi berlangsung sangat komunikatif. Peserta diskusipun tampak antusias bertanya, para narasumberpun responsif menanggapi setiap pertanyaan dengan penjelasan yang mudah dicerna.

Diskusi itu berakhir pukul 12.30 Wib, kemudian berlangsung dengan pemberian cinderamata pada narasumber, dari Bupati Malang dan Komandan Korem 083/Baladhika Jaya Malang. (Yah/ris)

Author: 
    author

    Related Post