Pilkades Serentak Jember Dilaporkan ke Satgas Saber Pungli kemenkopolhukam RI

Rizky Putra Yudhapratama, SH, bersama Ses Satgas Saber Pungli Kemenkopolhukam Irjen Pol Widiyanto Poesoko.

Sabertipikor.com, Jember – Aliansi Advokat Jember akhirnya melaporkan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak Kabupaten Jember Tahun 2019 kepada Tim Sosialisasi Satgas Saber Pungli Kemenkopolhukam untuk Wilayah Jawa Timur Mariyadi, SH, MH.

Menurut Anasrul, SH, pelaksanaan pilkades sarat penyimpangan. Berdasar Perbup 41 Tahun 2019 pasal 45 ayat (2) dan pasal (3). Disebutkan, Kepala Desa, BPD dan Panitia Pilkades di larang memungut dan membebani bakal calon dan  atau calon kepala desa untuk biaya pemilihan kepala desa.

“Bila hal tersebut terbukti dilakukan maka akan diberikan sanksi  sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” katanya. Kamis (26/9/2019).

Lebih lanjut Anas menjelaskan, bukan hanya anggaran yang bersumber dari calon saja, tapi anggaran yang berasal dari APBD pun diminta untuk di usut. Anas mencermati banyaknya aturan yang dilanggar dalam pelaksanaan Pilkades serentak di Jember.

_Bahwa SK Bupati Jember No. 519 Tahun 2019 tentang anggaran Pilkades baru keluar tanggal 30 Agustus 2019. Namun SK tersebut berlaku surut pada bulan Januari 2019_

Setelah menerima laporan dari Aliansi Advokat Jember ( AAJ) tersebut, Mariyadi memerintahkan kepada Rizky Putra Yudhapradana, SH, (RPY) selaku Wakil Ketua DPP GNPK Jatim, yang juga banyak ditemui calon kepala desa yang mengadukan hal tersebut secara langsung.

“Setelah menerima laporan langsung tersebut, Rizky Putra Yudhapradana bergerak cepat membawa tambahan bukti laporan ke Ses Satgas Saber Pungli Kemenkopolhukam Bapak Irjen Pol DR Drs Widiyanto Poesoko, SH, MSi,” terangnya.

Upaya Aliansi Advokat Jember itu menurut Anas merupakan upaya hukum yang harus ditempuh. Setidaknya dapat dijadikan sebagai pembelajaran bagi segenap pihak.

“Kita berharap Tim Satgas Saber Pungli betul-betul serius untuk menangani nya,” tegasnya.

Ditanya mengapa tidak melapor melalui Polres Jember, Anas tidak bersedia berkomentar.

“No comment,” pungkasnya.(*)

Related posts

Leave a Comment