PNS Minta Satpol PP Kasih Waktu Terkait Rencana Relokasi PKL Alun-Alun Kota Batu

6 views
Foto: Oki Hosnetya Ady, Ketua Pelaku Niaga Sipil

Sabertipikor.com, Kota Batu – Setelah gencar pemberitaan di media massa terkait rencana relokasi PKL alun-alun Kota Batu, ketua paguyuban Pelaku Niaga Sipil (PNS) sebutan PKL, meminta Satpol PP kasih waktu.

Karena menurut Oki Honestya Adi, pihaknya saat ini masih melakukan sosialisasi terkait dengan proses relokasi, kepada semua PKL yang ada di seputaran Alun-alun Kota Batu.

“Begini mbak, kita kan lagi sosialisasi terkait proses relokasi itu, dan dalam jangka waktu dekat ini, kita akan pindah. Minta tolong dijembatani sementara jangan di blow up, aku yang jadi sansak kayak yang jualan cuma saya saja,” kata Oki, sapaan akrab Oki Honestya Adi, kepada media ini via WhatsApp (WA)nya, Senin (9/7/2018).

Selain itu, pihaknya juga menyayangkan, bahwa Dinas terkait maupun anggota Dewan tak ada yang responsif untuk membantunya memberikan solusi maupun kepedulianya terhadap para PKL yang berjualan di seputaran kawasan Alun-alun Kota Batu.

“Mohon maaf di lapangan Dinas terkait pun, juga gak ada responsifnya membantu saya, saya dan pengurus yang anjangsana ke masing-masing anggota kami satu persatu sampaikan prosesnya. Kalau begini salah tidak, kalau kita datang berduyun duyun ke DPRD Batu? mengingat anggota dewan juga selama ini tidak mengulurkan tangannya,” sesalnya.

Padahal lanjut Oki, sebagai warga Kota Batu, dia merasa kalau seperti ini tidak akan ada hasil indah diprosesnya, yang ada tau-tau penertiban dari penegak Perda. Kita (PKL) jadi kaget dan bakal bentrok deh. Selama ini, mereka gak pernah perduli kepada kita. Bahkan, kita saja juga tidak kenal mereka siapa.

“Saya merasa, semua yang ada di kota ini abu-abu tidak hitam juga tidak putih, seperti air di daun talas bukan nurani yang berbicara, tapi kepentingan untuk yang mengendalikan semuanya. Semoga cepat disadarkan semuanya. Dewan tak pernah paham dan berdialog dengan kita, tapi statementnya di media seakan akan seluruh masa bhaktinya diabdikan untuk rakyat dan kita yang tidak tau diri,” sambung dia.

Oki juga menekankan, bahwa PKL tidak akan mundur dan akan tetap berjualan selama tidak ada tempat relokasi. Menurutnya, saat ini PKL sudah tertib, dengan tidak membiarkan sampah berceceran dan membuang sampah sembarangan.

“Sungguh pandai bersandiwara, seakan akan PKL yang tidak tau diri. Monggo, kami tunggu operasinya, monggo datang ketempat kami berjualan, tidak akan ada kata mundur pada proses relokasi selama tempat relokasi belum tersedia bagi kami. Matur nuwun bantu kami menyampaikan pada dewan dan pihak terkait. Monggo, asal benar karena ini yang terjadi dilapangan. Kami bukannya ingin melawan hukum dan peraturan, tapi kami hanya sekedar sedikit numpang makan dari majunya kota ini seperti warga Batu lain dipecinan, apa karena kami tak punya toko atau stand jadi kami tidak bisa ikut mewarnainya? Kami sudah tertib, yang kami maksudkan tertipkan PKL yang mengganggu dan bersifat musiman dari daerah lain yang hanya menghisap manisnya dan membuang sepahnya di mana mana. Saya, Oki Honestyan Adi, No Induk paguyupan 07, Ketua Pelaku Niaga Sipil,” paparnya.

Dia memohon kebijakan dari pemerintah, bahwa dirinya dan 84 warga Batu lain yang saat ini berjualan di Alun-alun Batu, siap pindah dalam jangka waktu 60 menit ke tempat relokasi yang disediakan pemerintah. Dengan catatan, apabila tempat relokasi tersedia kami sendiri yang akan pindah tidak perlu dipaksa. Sebab, dia bakal bertanggung jawab apabila pihak PKL ingkar janji.

“Sekarang kami jadi bahan bully-bullyan di medsos dan semua obrolan tetangga yang tau hal ini, seakan kami yang enggan beranjak dan menghalalkan segala cara untuk memperkaya diri padahal kami hanya mencari makan. Mohon disampaikan semua mas wartawan, dengan jelas tanpa dipotong potong statement saya,” pungkasnya. (Risma)

Author: 
    author

    Related Post