Polda Jatim Akhirnya Tetapkan 3 Pejabat Pemkot Batu, Jadi Tersangka Kasus OTT

Sabertipikor.com, Batu Jawa Timur – Polda Jatim mengaku sudah menetapkan status tersangka pada tiga PNS Kota Batu yang terkena OTT oleh tim Saber Pungli Kemenko Polhukam. Pengakuan itu disampaikan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Senin (18/9/17).

“Tiga ASN yang diduga melakukan Pungli, statusnya kini sudah menjadi tersangka. Itu kami tetapkan kemarin,” kata Frans Barung Mangera.

Sebagaimana diketahui, Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam melakukan OTT (operasi tangkap tangan) terhadap tiga pejabat Pemkot Batu pada (24/8/17) lalu. Ketiga pejabat itu adalah, Nugroho Widyanto alias Yeyen, kabid Cipta Karya, Fafan  Firmansyah, Kasi Bidang Perumahan, dan Muhamad Hafid, Kasi Cipta Karya.

Mereka diduga memeras rekanan yang menggarap GOR Gajah Mada di Kota Batu, senilai Rp 25 miliar dan taman perkantoran Balai Kota Among Tani Rp 10 miliar. Rekanan tersebut dari PT. Gunadharma Anugerahjaya.

Usai ditangkap Satgas Saber Pungli, ketiga terduga itu sempat ditangani Polres Kota Batu. Namun, beberapa hari kemudian kasus tiga pejabat dari Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Ciptakarya Pemkot Batu itu diambil alih Polda Jatim.

Menurut Frans Barung Mangera, status mereka sudah dinaikkan dari terduga menjadi tersangka. Mereka diakui memang masih belum ditahan.

Alasannya masih membutuhkan alat bukti yang lain. Meski begitu, Frans Barung Mangera menegaskan bila akan memanggil pihak-pihak lain yang terindikasi terlibat kasus pemerasan itu.

“Ya untuk pekan depan kepala dinasnya yang akan kita dipanggil lagi. Sedangkan yang tiga orang tersebut kini sudah ditetapkan sebagai tersangka kemarin. Tapi cuma masih belum ditahan, karena masih membutuhkan tambahan berupa alat bukti yang lain,” kata dia.

Sementara itu, Arif Fatoni, S.H selaku kuasa hukum dari PT. Gunadharma Anugerahjaya mengapresiasi terkait dengan kinerja penyidik Polda Jatim. Dia menilai penyidik melakukan penyidikan perkara kliennya dengan profesional.

“Kalau sudah jadi tersangka, kami berharap mereka segera ditahan. Sebab, perkara ini masuk ke tindak pidana khusus. Penahanan itu dimaksudkan agar yang bersangkutan tidak menghilangkan barang bukti atau melarikan diri,” harapnya. (Ris)

Related posts

Leave a Comment