Polres Batu Ungkap Kasus Penggelapan Mobil dan Motor

9 views

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, SIK, MIK didampingi Kasatreskrim Polres Batu AKP Hendro Triwahyono, SH, MH, dan Kasubag Humas Polres Batu saat menggelar konferensi pers.

Sabertipikor.com, Kota Batu – Polres Batu berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan mobil dan motor dengan korban sekitar 10 orang. Tersangka yang ditangkap satu orang, berinisial MK (29), warga asal Desa Bakung, Bojonegoro.

Pemuda yang mengaku sudah tiga tahun mengontrak di Dusun Binangun, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu itu diamankan tanpa perlawanan.

Modus yang dilakukan tersangka, menyewa mobil dan motor, kemudian menggadaikan kendaraan tersebut di tempat berbeda, di wilayah Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu).

“Satu tersangka yang diamankan terkait kasus penipuan dan penggelapan mobil motor. Kami amankan pada 27 September 2019 yang lalu. Barang bukti yang disita sampai saat ini baru satu unit mobil jenis Daihatsu Xenia dan sembilan unit sepeda motor berbagai jenis. Sementara ini hanya dua korban yang melapor dan mengadu ke kami,” kata Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama, SIK, MIK melalui Konferensi Pers di Mapolres Batu, Jalan A.P. III Katjoeng Permadi No. 16, Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Senin siang (7/10/2019).

Dalam menjalankan aksinya, tersangka menyewa mobil dan motor. Setelah itu digadaikan ke orang lain. Untuk modus, tersangka meminjam kendaraan dengan menggunakan satu KTP ke perseorangan. Agar tidak dicurigai, tersangka meminjam kendaraan di area wilayah Malang Raya. Tidak hanya di Kota Batu.

“Garis besar modusnya seperti itu. Hampir di semua tempat dia sebagai penyewa mobil dan motor. Hasilnya kemudian, berdasarkan pengakuan tersangka, untuk membayar hutangnya sebesar Rp 100 juta,” ungkapnya.

Mantan Kasubdit Regident Dirlantas Polda Jatim ini menjelaskan, pengungkapan tersebut berawal dari laporan dua korban atas nama Febriani Werang (39) warga Jalan Lesti Utara, Kelurahan Ngaglik, Kota Batu dan Erwin Prasetyo warga Jalan Donowarih, Kecamatan Batu, Kota Batu.

“Awal kesepakatannya hanya menyewa motor dengan tarif Rp 70 ribu selama empat hari, namun setelah lama ditunggu hingga batas waktu perjanjiannya habis, kendaraan tersebut tak kunjung kembali. Akhirnya korban melaporkannya kepada kami (Polres Batu),” terang AKBP Harviadhi.

Tak berlangsung lama, lanjut alumnus Akpol 2001 ini, akhirnya Polres Batu melakukan pengintaian dan penyelidikan kepada tersangka, yang kemudian anggota berhasil menangkapnya.

“Dari laporan itu langsung kami tindaklanjuti dan berhasil mengamankan tersangka di wilayah Sengkaling, Kota Batu. Untuk sepuluh barang bukti ini digadaikan di daerah yang berbeda-beda,” jelasnya.

Sementara itu, tersangka MK mengaku sudah menjalankan aksinya sejak dua bulan. Selama aksinya ia melakukan tambal sulam yakni pinjam, gadai, dan tebus. Rata-rata mobil digadaikan senilai Rp 26 juta dan motor Rp 2,5 juta.

“Uangnya buat biaya operasional atau menyewa kendaraan untuk digadaikan dan kemudian mengambil untuk digadaikan lagi. Sisanya dibuat bayar utang. Saya melakukan ini sejak 21 Maret 2019,” ujar pria yang bekerja serabutan itu.

Akibat dari penggelapan yang dilakukan oleh tersangka MK, kerugian materi pihak korban (pemilik) sembilan kendaraan tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah dengan total sekitar Rp 200 juta.

Kasatreskrim Polres Batu, AKP Hendro Triwahyono, SH  MH menambahkan, terkait kasus tersebut, tersangka saat ini tengah mendekam di sel tahanan Mapolres Batu. Dan dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan. Ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

“Sementara ini, sembilan kendaraan yang berhasil kami amankan meliputi satu unit mobil Daihatzu Xenia warna putih nopol N 1551 BN. Kemudian tujuh motor matic dan dan satu motor Suzuki Satria FU nopol K 5261 EM. Kemungkinan masih ada barang bukti lain, sudah ada beberapa yang terdeteksi. Kami juga mengimbau kepada para warga masyarakat Kota Batu yang merasa memiliki untuk mengambil ke Polres Batu, tanpa dipungut biaya apapun alias gratis,” katanya.

AKP Hendro juga menerangkan, jika ingin mengambil kendaraan barang bukti itu harus menyertakan bukti-bukti kepemilikan yang sah.

“Ya, tentunya salah satunya dengan melampirkan BPKB maupun indentitas diri seperti KTP dan dokumen pendukung lainnya,” pungkasnya. (Risma)

Author: 
    author

    Related Post