Pos Pantau Provinsi Jatim Dana Covid-19 Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Penyelewangan

Mariyadi dan Rizky Yudhapradana, SH, DPD GNPK Jatim.

Sabertipikor.com, Surabaya – Baru beberapa waktu lalu Pos Pantau Provinsi Jatim Dana Covid-19 diresmikan, warga langsung melaporkan dugaan penyelewengan dana. Laporan masuk dari warga Kota Batu yang mempermasalahkan bantuan langsung tunai (BLT) yang tidak semestinya.

Adapun isi pengaduannya sebagai berikut : “Asswrwb.. maaf pak.. ini data penerima blt rp 1juta ternyata salah sasaran yg di RT saya, beberapa org bermobil nissan (RW), pengusaha rmh kontrakan, peternak sapi sukses eh dpt sumbangan, yg janda punya anak yatim, buruh tani nggak dpt”.

Terlampir pula daftar nama-nama (nama-nama akan tak lampirkan di web).

Mariyadi, SH, MH, Ketua DPP GN-PK Jatim, Tim Sos Satgas Saber Pungli Kemenkopolhukam untuk Wilayah Jatim, sesuai petunjuk dan atas instruksi Ketua DPN GNPK Bpk H Adi Warman, SH, MH, MBA yang menjabat sebagai Pok Pemberantasan Pungli Kemenkopolhukam serta menjabat sebagai koordinator Staf Ahli Wantimpres, langsung bertindak cepat, “Saya dan Rizky Putra Yudhapradana, SH beserta tim akan adakan investigasi kasus ini, dan kejadian ini sudah saya prediksi sejak kami resmi mendirikan Pos Pantau Provinsi Jawa Timur Dana Covid-19 pada Selasa (5/5/2020),” ujar Mariyadi.

Mariyadi mengemukakan bahwa dugaan penyelewengan ini memang bisa saja akibat salah data, namun ia tak mengesampingkan bahwa juga ada kemungkinan dugaan datanya sengaja disesatkan.

“Nah, kalau terjadi ada kesengajaan mengaburkan data, maka kami tidak ragu-ragu membawa ke ranah hukum, sesuai instruksi BpkH ADI WARMAN DH MH MBA Ketua Umum DPN GNPK,” paparnya. Jumat (8/5/2020).

Mariyadi juga menekankan kembali GNPK juga mencermati soal dana desa yang digunakan untuk kepentingan Covid-19 ini. Menurutnya, dua sumber dana ini sangat mungkin dikorupsi.

Untuk itu, ia mengajak warga masyarakat untuk berani melapor.

“Karena itu saya mengajak warga masyarakat untuk melapor, ada bukti walaupun tidak ada kami akan investigasi. Dan yang satu ini akan kami kupas habis,” demikian tegas Mariyadi kepada awak media. (Ris)

Related posts

Leave a Comment