Samadi Guest House Patut Diduga Tak Berizin

8 views

“Samadi Guest House” yang dikelola oleh pihak “REDDORZ” patut diduga belum mengantungi izin

Sabertipikor.com, Kota Batu –¬†Diduga masih ada investor di Kota Wisata Batu (KWB) yang bandel dan mengabaikan aturan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Wujudnya antara lain saat mendirikan bangunan untuk tempat usaha atau bisnis, “semaunya”.

Realitas perihal tersebut diduga terjadi pada sebuah bagunan (gedung) yang sudah berdiri megah di Jl. Samadi, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu.

Bangunan dimaksud adalah Samadi Guest House (SGH) yang patut dapat diduga belum mengantungi izin secara lengkap dan absah dari Pemkot Batu.

Peliknya, peruntukan fisik bangunan SGH sudah dioperasionalkan. Ketua Yayasan Ujung Aspal (YUA) Jawa Timur, Alex Yudawan, terus menyoroti keberadaan bangunan megah SGH yang diduga belum berizin tersebut.

Ketua Yayasan Ujung Aspal Jawa Timur, Alex Yudawan sembari menunjukan surat yang akan dikirimkan ke dinas terkait

Alex Yudawan mengungkapkan hasil investigasi dan temuan YUA Jawa Timur terkait dengan pembangunan SGH yang dikelola oleh pihak “REDDORZ”.

Ia sebutkan SGH kini sudah operasional, kendati patut dapat diduga tidak mempunyai izin.

Menyikapi realitas tersebut pihak YUA Jawa Timur mengirim surat kepada sejumlah dinas terkait. Inti isi surat, agar institusi (dinas) terkait segera turun ke lapangan. Melakukan pemeriksaan, mengklarifikasi pihak SGH terkait perizinan. Tentu, termasuk memberikan sanksi jika terbukti ada pelanggaran.

“Awalnya izin banggunan tersebut (SGH) adalah untuk tempat kos. Namun saat ini sudah berubah menjadi guest house, ” ujar Alex Yudawan, Senin (25/3/2019).

Terkait dengan tidak beresnya perizinan SGH tersebut, lanjut ia, pihak Pemkot Batu melalui dinas terkait semestinya segera mengkaji ulang.

Selanjutnya memberikan sanksi berupa pembekuan izin usaha, perintah pembongkaran bangunan, pencabutan izin usaha, pembatalan izin, penguasaan sementara oleh pemerintah (disegel ), dan penutupan lokasi.

Permasalahan tersebut disampaikan pihak YUA Jawa Timur sesuai dengan amanat UU RI No. 26/Tahun 2007 tentang Penataan Ruang; UU RI No. 28/Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; Pasal 19 (ayat 3) Permendagri No.27/Tahun 2009 tentang Pedoman Penetapan Izin Gangguan (HO) di Daerah; serta Pasal 150 (ayat 2) UU Perumahan.

LSM tersebut mendesak agar secepatnya institusi-institusi terkait menindak lanjut permasalahan tersebut.

YUA Jawa Timur juga segera melayangkan surat kepada Walikota Batu, para pimpinan DPRD kota Batu serta Komisi A dan C.

Selain itu juga segera bersurat ke Kepala DPMPTSPTK Kota Batu, Satpol PP Kota Batu, dan Kepala Desa Pesanggrahan.

“Artinya, setiap ada pembangunan apa pun di Kota Batu supaya jelas. Investor tidak mengkerdilkan dan membodohi masyarakat. Tujuannya supaya jelas dan tidak terkesan pejabat Pemkot Batu dinilai bermain-main, ” tambah Alex seraya menujukan surat-surat yang akan dilayangkan kepada pihak-pihak tersebut.

Sementara itu, Kapala Dinas Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Batu, Bambang Kuncoro, saat dikonfirmasi menyatakan terkait IMB SGH yang dikelola oleh pihak “REDDORZ” sudah ada, tetapi izin operasionalnya yang belum ada.

“Bahkan, sempat saya dengar kemarin, pihak owner-nya (pemiliknya) sudah dipanggil Satpol PP. Monggo di-crosscheck (dikonfirmasikan) ke dinas terkait, ” tandasnya.

Sekretaris Satpol PP Pemkot Batu, Mohammad Adim, membenarkan saat dikonfirmasi terkait kepemilikan SGH yang dikelola oleh pihak “REDDORZ”. Dibenarkan pula Satpol PP sudah memanggil pihak pemilik SGH.

“Setelah owner-nya (pemiliknya) dipanggil Satpol PP beberapa hari kemarin, hasilnya belum dilaporkan ke saya oleh bidang yang menangani, atau mungkin sudah dilaporkan ke Kasatpol PP. Coba sampean langsung ke Kasatpol PP saja, Pak Robbiq,” tutur Adim saat dihubungi melalui nomor WhatsApp-nya. (Risma)

Author: 
    author

    Related Post