Tak Hadiri Sidang Paripurna, Anggota DPRD Batu Ini Malah Sambut ER

8 views
Heli Suyanto saat sambut ER

Sabertipikor.com, Surabaya – Solidaritas dan loyalitas anggota DPRD Kota Batu yang satu ini patut di contoh dan diapresiasi. Sebab, hanya demi menyambut mantan Wali Kota Batu non-aktif Eddy Rumpoko (ER), yang kini berkas perkaranya telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya.

Hal itu, terlihat dalam rekaman video yang kini tengah beredar luas dan menjadi viral. Pasalnya, anggota dewan ini malah memilih menyambut ER dari pada sidang paripurna. Tampak dalam video tersebut anggota dewan dari Frkasi Partai Gerindra, Heli Suyanto dan Fraksi Golkar, Usman. Kedua anggota DPRD Kota Batu ini berani meninggalkan tiga sidang paripurna di DPRD Kota Batu, yang digelar pada Jumat (12/1/2018).

Usman, anggota DPRD Kota Batu saat menyambut ER

Heli Suyanto yang merupakan Politisi dari Partai Gerindra ini, terlihat begitu antusias saat menyambut kedatangan ER di bandara Juanda Surabaya. Tak mau kalah, Politisi dari Partai Golkar, Usman juga tak mau ketinggalan pula. Tampak mereka berdua terlihat langsung menyambut dan bersalaman dengan mantan Wali Kota Batu yang tengah terbelit kasus dugaan korupsi itu.

ER pun terlihat segar bugar. Tak ada perubahan terhadap fisik dan penampilannya. Memakai baju putih dengan rompi oranye dia selalu menebar senyum pada setiap orang yang menyambut dan menyapanya.

Bahkan dari mulutnya sempat terlontar, ” Gimana sehat,”. Itu yang diucapkan pada beberapa orang yang menyambutnya saat bersalaman di bandara Juanda.

Soal pelimpahan tahap dua ER ke Pengadilan Tipikor di Surabaya itu diakui Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah. Ia menjelaskan bila, Jumat (12/1/2018) ada dua tersangka yang dilimpahkan.
Mereka adalah mantan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko (ERP) dan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (UPL) Pemkot Kota Batu, Eddy Setiawan (EDS).

ERP dan EDS‎, kata Febri Diansyah, dipindahkan penahanannya. Itu sehubungan dengan persidangan yang akan dilakukan di PN Tipikor Surabaya.

“Tersangka ER akan dititipkan penahanannya di Lapas Klas II A Sidoarjo. Sedangkan Eddy Setiawan penahanannya dititipkan di Lapas Klas 1 Surabaya (Medaeng),” jelas Febri Diansyah.

Dijelaskan dia bahwa untuk melengkapi berkas kedua tersangka, tim penyidik KPK sudah memeriksa 47 orang saksi. Mereka itu mullai dari unsur swasta, kepala dinas, PNS dan lainnya.

Di antara saksi yang diperiksa disebutkan seperti Komisaris Utama PT. Agit Perkasa, Kadis Pekerjaan Umum Binamarga, Staf BRI Malang, Kabag Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Batu. Selain itu, Kepala Badan Keuangan Aset Daerah, Direktur/direktris Utama PT. Dailbana Prima Indonesia, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Batu, PPK Badan Keuangan Daerah. Pemerintah Kota Batu, Direktur PT DINAMIKA OCEANIC CONSULA dan sebagainya.

Menurut Febri, kedua tersangka yakni ER dan ES juga sudah diperiksa sebagai tersangka. “Mereka diperiksa sekurangnya 5 kali. Itu pada kurun waktu September hingga Desember 2017,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, ER dan ES bersama Filipus Djap ditangkap KPK lewat operasi tangkap tangan (OTT). ER dan ES ditangkap karena menerima suap dari pengusaha Filipus Djap.

Suap menyuap itu terkait pengadaan mebeler di Pemkot Batu tahun anggarap 2017. Proyek pengadaan itu senilai Rp 5,26 miliar.

Karena itu, Filipus Djap sebagai penyuap telah lebih dulu dilimpahkan berkasnya. Saat ini sudah menjadi terdakwa menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Risma)

 

Author: 
    author

    Related Post