Toko Modern di Kota Batu Mulai Menjamur, Ini Kata Didik Machmud Anggota DPRD Kota Batu Komisi C

2 views

Sabertipikor.com, Batu, Jawa Timur – Dampak dari  menjamurnya toko modern di Kota Batu, kini menjadi sorotan banyak pihak. Pasalnya, menjamurnya toko modern sudah merambah hingga ke wilayah pemukiman penduduk di perkampungan. Sehingga dikwatirkan bisa mengancam kelangsungan toko pracangan, warung maupun pasar tradisional. Para pedagang kecilpun menjerit dengan semakin banyak dan tak terkendali.

Didik Machmud mengatakan, dirinya menilai bahwa ekspansi toko modern ke wilayah permukiman bisa membunuh perekonomian masyarakat, terutama bagi pelaku toko-toko tradisional. Karena itu, pihaknya mendorong pemerintah wilayah Kota segera membatasi keberadaan toko modern koorporasi bermodal besar tersebut.

“Maka kalau ada pendirian toko modern itu perlu dikaji disamping ada Perdanya jaraknya juga diatur tapi juga mohon melihat kondisi daerah contoh di Temas ternyata satu jalur ada dua. Jadi kasian para pengusaha kecil, bukan kita menolak toko  modern tapi untuk yang akan datang perlu dikaji. dulu. setidaknya harus sesuai jarak minimal antara 500 meter.
jangan sampai membuat masyarakat kecil tambah sengsara,” ujar Didik Machmud.

Selain itu pihaknya akan terus melakukan pemantauan, jika ada toko modern yang tidak sesuai perizinan dan tetap membandel pihaknya akan menekan Pemerintah Kota  Batu untuk mencabut izin usahanya.

“Kita terus memantau kehadiran toko toko modern tersebut. Jika ada temuan toko modern tersebut berada di wilayah perkampungan dan dianggap meresahkan serta merugikan toko tradisional, Karena hal itu kita anggap sudah merupakan pembunuhan ekonomi rakyat kecil,” tegas Didik Machmud  Jumat (12/1/2018).

Ia tambahkan, bahwa pemerintah harus membatasi keberadaan pasar modern. Dengan hadirnya pasar modern memang menaikkan pertumbuhan, tapi  pertumbuhan tak boleh mengabaikan rasa keadilan. Karena itu, sistem pasar tak boleh dilepas, tetap harus ada pembatasan untuk memproteksi yang lemah dan kecil agar tidak mati.

“Kalau dibiarkan pasar modern bertarung dengan pasar tradisional sudah pasti pasar tradisional akan kalah. Itulah pentingnya peran pemerintah untuk melindungi kepentingan masyarakat bawah, saya prihatin dengan warung rumahan yang semakin terancam keberadaannya. Sebab ekspansi mini market sudah sampai ke pedesaan yang jaraknya tak jauh dari warung dan pasar tradisional. Karena itu dibutuhkan keberpihakan dari kepala daerah untuk melindungi pelaku ekonomi kelas UMKM,”tutur Didik Machmud. (Risma)

 

Author: 
    author

    Related Post