Tour Jogja-Solo, Puskesmas Singgosari Diduga Gunakan Dana Kapitasi BPJS

Sabertipikor.com, Kabupaten Malang – Beredar kabar sebanyak 46 staf Puskesmas Singgosari, Kabupaten Malang tour ke Jogjakarta-Solo selama empat hari. Lantaran tour tersebut diduga menggunakan dana kapitasi BPJS.

Menurut narasumber yang namanya enggan disebutkan, dirinya mengungkapkan bahwa sebanyak 46 staf Puskesmas Singgosari yang berlibur ke Jogjakarta-Solo selama 4 hari itu.

“Mereka berangkat Sabtu malam  (22/9/2018) -Selasa (25/9/2018), liburan mereka itu dalam rangka rekreasi (refreshing) di luar kegiatan kantor dengan menggunakan dana kapitasi BPJS,” ungkap sumber ini.

Namun, masih kata narasumber, keberangkatan staf puskesmas Singosari ke Jogja-Solo itu, menggunakan transport kereta Malioboro Ekspress.

“Agenda selama tiga hari itu, mereka berangkat sendiri- sendiri, langsung berkumpul di Stasiun Kota Baru. Hal itu dilakukan supaya tidak diketahui oleh dinas terkait. Anehnya selama tour ke Jogja-Solo itu, pelayanan kantor selama di tinggal karyawan dan karyawati, pihak Puskesmas Singosari meminta bantuan personil ke Puskesmas Ardimulyo,” bebernya.

Tak hanya itu, lanjut sumber, “bahkan maksimal satu orang menghabiskan dana senilai 4 juta × 52 orang,  25 PNS dan 30 tenaga honorer. Selama tour ke Jogja-Solo semua karyawan dan karyawati menginap di Hotel Amaris Malioboro, dengan tarif Rp 450 ribu/room. Dan itu diperkirakan menghabiskan anggaran senilai Rp 208 juta rupiah. Anggaran dari mana ya sebanyak itu dibuat liburan ke Jogja-Solo. Ironisnya lagi dengan membiarkan pelayanan publik kosong sedangkan gaji golongan K2 berapa?,” ujarnya dengan penuh selidik.

Sementara itu, Siti selaku staf Puskesmas Singosari, Kelurahan Pagetan, Desa Singosari, Kabupaten Malang, saat ditemui awak media, dirinya menyangkal tudingan tersebut. bahwasanya uang yang digunakan tour tersebut hasil tabungan pribadi masing-masing staf bukan dari dana BPJS.

“Itu tidak benar sama sekali, kami ke Jogja-Solo itu memakai uang pribadi kami, dan tentang tudingan kalau kami memakai dana BPJS itu tidak benar dan itu bohong. Kita murni memakai tabungan pribadi,” kelit Siti Jum’at (27/9/2018).

Terpisah, lain halnya dengan pengakuan Devi, Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas Singosari saat dikonfirmasi awak media, dia mengaku, bahwa dirinya saat tour ke Jogja-Solo tidak ikut, setahunya anggaran yang dipakai liburan itu diambil dari anggaran kapitasi BPJS dan “urunan” karyawan karyawati Puskesmas selama dua tahun.

“Di sini jumlah karyawan 62 orang, yang berangkat hanya 42 orang saja, anggaran diambil dari kapitasi BPJS dan urunan dari sejumlah karyawan. Kegiatan tour Jogja Solo bukan kegiatan resmi dinas. Namun hanya kegiatan refreeshing biasa, bahkan kami sudah ada izin dari dinas Kesehatan,” pungkasnya. (Ris)

 

Related posts

Leave a Comment