Travel Boswisata Bekerja Secara Terpercaya dan Profesional

6 views
Foto: 115 peserta se-jawa dan Sumatera tampak kompak saat outbound di Gunung Bromo.

Sabertipikor.com, Kota Batu – Perusahaan Jasa Pariwisata dan Transportasi Boswisata ini mempersembahkan Tour Indonesia pilihan terbaik yang cocok untuk berbagai kebutuhan seperti Tour keluarga, Gathering, Team Building dan lain-lain dengan pelayanan VVIP.

Seperti halnya Team Building yang digelar Polisi Khusus Kereta Api, diikuti oleh 115 peserta se-Jawa dan Sumatera di Gunung Bromo, dengan tema “outdoor aktivity ramah lingkungan”, Kamis (22/11/2018).

Edo Rabmadhani Murdyan, Direktur Boswisata (kiri) bersama tim Boswisata.

Edo Rabmadhani Murdyan (25) selaku Direktur Boswisata menuturkan, bahwasanya tujuan  kegiatan di Bromo ini untuk mempererat kekompakan bersama, juga bagian dari pengembangan SDM.

“Kita boleh berkegiatan tetapi tidak harus dengan merusak lingkungan, karena Bromo bagian dari pengembangan SDM,” kata pria kelahiran Mojokerto, 4 Maret 1993 ini saat ditemui di kediamannya. Senin (3/11/2018).

Selain itu dirinya jelaskan, bahwa biro pariwisata di Batu ini, dibalik banyaknya kasus-kasus yang pernah menimpa salah satu travel, tetapi Travel Boswisata ini, salah satu travel yang ada di Kota Batu yang bisa dipercaya dan bekerja dengan profesional.

“Boswisata bekerja secara profesional dan bisa dipercaya,” ujarnya.

Kendati demikian Edo berharap kepada seluruh pelaku wisata yang lainnya juga bisa meniru seperti yang dilakukan oleh Boswisata. jadi untuk ke depannya lebih dikenal dan dipercaya lagi, jadi perusahaan terbuka.

“Ya, untuk ke depannya biar lebih dikenal dan dipercaya menjadi perusahaan terbuka. Seperti pihak-pihak yang lain, terutama dinas pariwisata lebih banyak bersosialisasi dengan kegiatan yang ramah lingkungan,” papar dia.

Para peserta saat melakukan game tarik tambang di Bromo.

Sementara itu, Gussari selaku outdoor ativitise, juga menyampaikan bahwasanya  Bromo itu tidak harus dengan adventur, tetapi bisa dikemas dengan berbagai macam aktisvitas.

“Ya, salah satunya bisa dibuat dengan kearifan lokal, kita bisa mengangkat game-game tempo doloe seperti tarik tambang dan lain sebagainya,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya bermain tidak harus merusak lingkungan.

“Kita boleh bermain tetapi tidak harus merusak lingkungan, kita dapat mencontoh dari 115 peserta peserta dari Sumatra dan Jawa yang ikut kegiatan tersebut dengan ramah lingkungan, cintailah alam dengan hati,” pugkasnya. (Risma)

Author: 
    author

    Related Post