Waduh…,Berniat Baik Nasabah Ini Malah digugat PT. Federal Internasional Finance (FIF)

7 views

SABERTIPIKOR.COM, BANYUWANGI – Kaget bukan kepalang, Triyana Mediyanti (34) warga jalan KH. Wahid Hasyim RT.04 RW.01, Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi terpaksa harus duduk di meja hijau lantaran digugat  oleh Nur Hadi S.H dan Patners selaku kuasa hukum PT. Federal Internasional Finance (FIF) cabang Banyuwangi  dengan nomor register: 51/Pdt G.S/2017/PN.Bws tanggal 20/11/2017.

Diduga, dirinya telah ingkar janji (wanprestasi) dengan nomor perjanjian pembiayaan konsumen: 812000139917 tanggal 11/02/2017, hingga menyebabkan kerugian materil dan immateriil yang ditanggung oleh pihak PT. FIF cabang Banyuwangi.

Saat berbincang dengan awak media, rabu (29/11/2017), di ruko mainan anak-anak milik kakaknya, ia menceritakan bahwa dirinya tidak habis pikir apa alasan PT.FIF menggugat dirinya, sedangkan selama ini dirinya termasuk nasabah dengan track record yang baik selama menjadi debitur di salah satu finance ternama tersebut.

“Saya gak nyangka kalo FIF sampai segitunya (menggugat dirinya) mas. Padahal keterlambatan saya baru 3 bulan, itupun saya selalu komunikasi dengan petugasnya. Dan selama 3 bulan keterlambatan itu, saya selalu nitip apabila saya ada rejeki. Dari tenor 24 bulan, saya sudah angsur sebanyak 6 kali, pas 3 bulan kemaren emang usaha saya macet dan keluarga saya ada yang sakit,” ujar Triyana.

Saat surat pemberitahuan dari PN  Banyuwangi, lanjut Triyana, diterima dan  dibaca (senin, 27/11/2017), isi surat tersebut selain memberitahukan jadwal persidangan namun dilampirkannya menyebutkan bahwa dirinya harus menanggung kerugian materiil dan immateriil serta pihak PT. FIF cabang Banyuwangi meminta dikabulkan permohonannya untuk menyita rumah orang tuanya yang notabennya tidak terkait dalam perjanjian kredit antara dirinya dengan finance ternama tersebut.

“Yang bikin saya bingung lagi, kok bisanya mereka menggugat saya dengan alasan saya telah merugikan mereka (PT.FIF Cabang Banyuwangi) secara materiil dan immateriil sehingga saya harus membayar kerugian tersebut sebesar 16 juta dikalikan 200 persen, malah pihak FIF mengajukan gugatan ke PN (Pengadilan Negeri) Banyuwangi dan juga mengabulkan permohonan mereka untuk menyita rumah orang tua saya, sementara pinjaman saya hanya 16 juta, itupun tanpa anggunan . Bingung saya mas,” akunya dengan mimik memelas.

Sebagai debitur, diakuinya, dirinya telah lalai hingga akhirnya menunggak angsuran. Namun, tidak ada terbesit sedikit pun niatannya untuk menunggak apalagi ingkar janji (wanprestasi). Dirinya hanya berharap ada kebijakan dari pihak PT. FIF cabang Banyuwangi terkait kredit teratas namanya.

“Saya berharap ada solusi terbaik mas. Saya juga ingin menyelesaikan semua hutang saya, saya masih sanggup. Mungkin keadaan saya saat ini terpuruk, tapi siapa yang bisa memastikan rejeki seseorang? Toh, saya masih punya waktu 15 bulan untuk melunasi. Untuk denda, insha Allah saya akan bayar. Saya hanya berharap PT. FIF memberikan kebijakan akan keadaan saya saat ini,” beber Triyana.

Sementara itu, Khusaini, Kepala PT. FIF cabang Banyuwangi  mengaku, memasrahkan semua kebijakan yang di ambil menagement kepada Nur Hadi S.H dan Patners selaku kuasa hukum  PT. FIF Cabang Banyuwangi.

“Mohon maaf mas, saya pasrahkan sudah pasrahkan semua kebijakan kepada kuasa hukum perusahaan,” ucapnya saat dihubungi awak media ini via WhatsApp, Kamis (30/11/2017).

Sayangnya, saat berita ini dilangsir, komunikasi dengan Nur Hadi S.H selaku kuasa hukum PT. FIF cabang Banyuwangi terputus saat dihubungi via WA  dikarenakan masih di perjalanan.(edi/ris)

Author: 
    author

    Related Post