Wali Kota Malang Mochammad Anton Ditahan Ditahan KPK

4 views
Mochammad Anton, Wali Kota Malang, usai jalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta

Sabertipikor.com, Jakarta – Usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka suap APBD-P Pemerintah Kota Malang pada tahun anggaran 2015, akhirnya Wali Kota Malang Mochammad Anton langsung ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (27/3/2018).

Setelah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan, Anton mengaku pasrah dengan penahanan yang dilakukan lembaga antirasuah itu.

“Saya mengikuti saja proses hukumnya,” ujar Anton singkat.

Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, diketahui Anton keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 17.25 WIB di gedung KPK dan telah mengenakan seragam tahanan berwarna oranye.

Anton juga tak banyak menjawab pertanyaan yang dilontarkan awak media. Dirinya terlihat hanya menebar senyum, sembari terus berjalan diantara kerumunan wartawan yang telah sejak lama menunggu di depan lobi gedung KPK.

Anton bergeming saat disinggung dirinya yang tak akan bisa berkampanye selepas ditahan KPK. Pasalnya, Anton tetap kembali maju sebagai Calon Wali Kota Malang periode 2018-2023. Dia terus berjalan menghindari kejaran dari awak media untuk menuju mobil tahanan.

Menurut juru bicara (jubir) KPK Febri Diansyah mengatakan, penahanan terhadap Anton dilakukan demi kepentingan penyidikan terhadap kasus dugaan suap pembahasan APBD-P di Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015. Dia (Anton) ditahan di Rumah Tahanan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta.

“Ya, kalau penahanannya 20 hari pertama,” ucap Febri, saat dikonfirmasi via telepon selulernya.

Selain Anton, penyidik KPK juga menahan 6 (enam) anggota DPRD Kota Malang yang juga diperiksa hari ini sebagai tersangka, yakni Ya’qud Ananda Gudban, Heri Pudji Utami, Abdul Rachman, Hery Subiantono, Rahayu Sugiarti, dan Sukarno. Mereka bakal ditahan di Rutan KPK.

Sebelumnya, KPK sendiri telah menetapkan Anton dan 18 anggota DPRD Kota Malang dalam kasus dugaan suap pembahasan APBD-P tahun anggaran 2015.

Anggota DPRD Malang yang ditetapkan sebagai tersangka di antaranya, HM Zainudin dan Wiwik Hendri Astuti, keduanya masing-masing sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Malang.

Kemudian sekanjutnya para anggota dewan, yakni, Suprapto, Sahrawi, Salamet, Mohan Katelu, Sulik Lestyowati, Abdul Hakim, Bambang Sumarto, Imam Fauzi, Syaiful Rusdi, Tri Yudiana, Heri Pudji Utami, Hery Subianto, Rahayu Sugiarti, Sukarno, Ya’qud Ananda Budban serta Abdul Rachman.

Kasus suap ini terkait dengan pengembangan dari kasus yang telah menjerat mantan Ketua DPRD Malang M. Arief Wicaksono serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan Jarot Edy Sulistiyono. Mereka berdua kini tengah menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Jawa Timur.

Berdasarkan dari hasil penyidikan lembaga antirasuah KPK menduga bahwasanya Anton selaku Wali Kota Malang dan Jarot memberi hadiah atau janji kepada anggota DPRD Kota Malang, terkait dengan pembahasan APBD-P Pemkot Malang. (Ian/Ris)

 

Author: 
    author

    Related Post